Terdampak Covid-19, Ford Akan Menutup Pabrik di Brasil

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Ford. REUTERS/Mike Segar

    Logo Ford. REUTERS/Mike Segar

    TEMPO.CO, Detroit/Sao Paulo - Ford Motor Co mengatakan akan menutup tiga pabriknya di Brasil tahun ini, Senin, 11 Januari 2021. Perusahaan menyebut penutupan pabrik disebabkan karena pandemi Covid-19. 

    Produksi akan segera dihentikan di pabrik Ford di Camaçari dan Taubaté. Sedangkan pabrik Troller di Horizonte akan terus beroperasi hingga kuartal keempat.

    Pejabat Ford seperti dikutip dari Reuters mengatakan tindakan itu adalah bagian dari restrukturisasi global senilai US$ 11 miliar (setara Rp 157,2 triliun dengan kurs saat ini US$ 1 = Rp 14.292) yang sebelumnya diperkirakan oleh pembuat mobil AS. 

    Juru bicara Ford, T.R. Reid mengatakan bahwa penutupan pabrik akan mempengaruhi sekitar 5.000 karyawan yang sebagian besar berada di Brasil. 

    Sejak pandemi Covid-19 melanda, penjualan mobil di Brasil tahun lalu turun 26 persen dan diperkirakan tidak akan pulih ke level 2019 hingga 2023 dengan penekanan pada penjualan armada yang kurang menguntungkan," kata Ford.

    “Kami tahu ini sangat sulit, tetapi perlu, tindakan untuk menciptakan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” kata Chief Executive Ford Jim Farley dalam sebuah pernyataan. 

    “Kami beralih ke model bisnis yang ramping dan ringan dengan menghentikan produksi di Brasil.”

    Pejabat Ford mengatakan penutupan pabrik adalah bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai 8 persen margin operasi global. 

    Ford, yang telah beroperasi di Brasil selama lebih dari satu abad, telah memulai diskusi dengan serikat pekerja dan pihak lain tentang PHK.

    Di Camaçari, di timur laut Brasil, serikat pekerja mengadakan pertemuan darurat di gerbang pabrik pada shift pertama pada hari Selasa, 12 Januari 2021, untuk mengambil sikap tentang hilangnya 4.059 pekerjaan.

    “Pukulan yang sangat keras ini mengejutkan kami. Kami tidak pernah membayangkan bahwa Ford dapat menutup pabriknya di Brasil,” kata pemimpin serikat pekerja Julio Bonfim dalam pesan video kepada para pekerja.

    Penutupan tersebut menandai kemunduran lain oleh Ford di pasar berkembang setelah perusahaan yang berbasis di Dearborn, Michigan bulan lalu membatalkan usaha patungan otomotifnya dengan Mahindra dan Mahindra Ltd dari India.

    Akibat penutupan pabrik, Ford akan mengakhiri penjualan SUV EcoSport, mobil subkompak Ka, dan SUV T4 di Amerika Selatan setelah persediaan terjual.

    Ford mempertahankan pabrik di Argentina dan satu lagi di Uruguay.

    Ford mengatakan akan mempertahankan pusat pengembangan produknya di Bahia, tempat pengujian di Tatui, Sao Paulo, dan kantor pusat regionalnya di Sao Paulo.

    Ford menyampaikan penutupan pabrik memerlukan biaya sekitar US $ 4,1 miliar, sebagian di antaranya untuk membayar PHK karyawan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.