Ini Rencana Medco di Bisnis Mobil Listrik

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. shutterstock.com

    Ilustrasi pengisian daya mobil listrik. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta -  PT Medco Power Indonesia (MPI) akan memasuki bisnis pengembangan ekosistem kendaraan atau mobil listrik secara menyeluruh.

    Bisnis itu dimulai dengan meluncurkan program Electric Vehicle Ecosystem secara virtual pada Jumat lalu, 5 Februari 2021.

    Presiden Direktur Medco Power Indonesia Eka Satria menjelaskan Medco juga akan masuk dalam rantai bisnis mobil listrik, mulai penyediaan mobil hingga perawatan dan pengisian dayanya.

    "Salah satu kesulitan untuk memulai ekosistem itu banyak pertanyaan, charging station bagaimana, mobilnya bagaimana, perawatan bagaimana dan lain sebagainya," katanya.

    Menurut dia, Medco menawarkan salah satu bentuk solusi yang end-to-enddimulai dengan pengadaan mobilnya, charging station, perawatan, hingga IT solution.

    Medco Power memulainya dengan menyediakan charging station atau SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) di Energy Building, SCBD, Jakarta.

    Eka mengatakan SPKLU salah satu bagian rangkaian ekosistem EV yang akan dikembangkan perusahaan. Namun, Medco terus melakukan pembahasan dengan pemerintah dan PLN untuk melakukan ekspansi karena model bisnis SPKLU masih baru.

    Dalam peluncuran program Electric Vehicle Ecosystem, Presiden Direktur Medco Energi Internasional Hilmi Panigoro menuturkan mendukung penuh pemerintah dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

    Medco Energi Internasional adalah induk perusahaan  PT Medco Power Indonesia (MPI).

    Dia memastikan inisiatif pengembangan ekosistem mobil listrik akan dikembangkan lebih luas di seluruh anak usaha Medco Group.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.