Relaksasi Pajak PPnBM Mobil Baru, Toyota Bicara

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Henry Tanoto, vice presiden director PT TAM. Foto: Humas toyota astra motor (tam)

    Henry Tanoto, vice presiden director PT TAM. Foto: Humas toyota astra motor (tam)

    TEMPO.CO, JakartaWakil Presdir PT Toyota Astra Motor (TAM) Henry Tanoto mengatakan kebijakan relaksasi pajak penjualan barang mewah atau PPnBM mobil akan membuat kinerja industri otomotif lebih baik lagi tahun ini.

    "Kami akan cek aturan detailnya dan menunggu juknisnya agar bisa tahu pasti dampaknya," kata Henry Tanoto kepada Antara di Jakarta hari ini, Jumat, 12 Februari 2021.

    Kemarin, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyetujui usulan Kementerian Perindustrian tentang relaksasi pajak mobil baru berupa PPnBM nol persen. Ini akan berlaku mulai Maret 2021 dengan pengurangan secara bertahap untuk mobil di bawah 1.500 cc kategori sedan dan 4×2.

    Henry mengatakan kebijakan relaksasi pajak mobil baru pada sektor PPnBM akan mempengaruhi permintaan pasar dan penjualan serta produksi mobil di dalam negeri. Tahun lalu dunia otomotif anjlok akibat terimbas pandemi Covid-19.

    BacaRelaksasi Pajak Mobil Dikabulkan, Berlaku Mulai Maret 2021

    "Tahun lalu pasar (mobil) ditutup dengan angka sekitar 580 ribu unit turun 44,55 persen dibanding 2019."

    Henry menjelaskan penjualan mobil Toyota di Indonesia turun 44,8 persen menjadi sekitar 183 ribu unit pada 2020 dibanding 2019, dengan pangsa pasar 31,6 persen.

    Dia menyatakan optimistis tahun ini kinerja pasar dan industri otomotif di Indonesia akan tumbuh lebih baik menyusul relaksasi pajak mobil baru pada sektor PPnBM.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.