Indonesia akan Ekspor Mobil Mitsubishi Xpander Hybrid dan PHEV Buatan Sendiri

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander Black Edition. TEMPO/Wawan Priyanto

    Mitsubishi Xpander Black Edition. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Mitsubishi berencana memproduksi mobil listrik Mitsubishi Xpander Hybrid dan PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) di Indonesia.

    Mobil-mobil listrik Mitsubishi Xpander Hybrid dan PHEV tadi selanjutnya bakal diekspor oleh agen pemegang mereknya di Indonesia ke 39 negara. Mitsubishi bahkan menambah 9 negara tujuan ekspor dari semula 30.

    Program produksi mobil listrik dan ekspor itulah yang membuat produsen otomotif asal Jepang tersebut memutuskan menambah investasi sebesar Rp 11,2 triliun pada 2025.

    Mitsubishi Jepang mengungkapkannya kepada Menteri Perindustrian Agus Gumiwang pada Rabu, 10 Maret 2021, yang sedang berkunjung ke negeri itu.

    Baca: Mitsubishi Xpander Tipe Ini Paling Diburu Konsumen

    "Xpander Hybrid dan PHEV ini diarahkan menjadi produk ekspor dari indonesia ke negara-negara tujuan ekspor," kata Menperin Agus Gumiwang dari Jepang medio pekan ini. 

    Menperin Agus juga bertemu dengan prinsipal otomotif merek Toyota, Suzuki, Honda, dan Mazda.

    Agus Gumiwang menjelaskan, menurut Mitsubishi, investasi tadi akan mengerek volume produksi Mitsubishi di Tanah Air menjadi 250.000 unit mobil per tahun.

    Sepanjang 2019, atau sebelum pandemi Covid-19, volume produksi Mitsubishi Motors di Indonesia 193.954 unit atau naik 18,18 persen dari sebelumnya 164.107 unit pada 2018.

    Kontribusi Mitsubishi terhadap volume ekspor mobil utuh atau CBU (completely built up) nasional pada 2018 naik signifikan. Pada 2018 Mitsubishi menyumbang 10,3 persen, sedangkan pada 2019 sebesar 19,5 persen.

    Pada 2018, kontribusi Mitsubishi terhadap total produksi mobil dan sepeda motor di Indonesia sebesar 12,2 persen. Sedangkan pada pada 2019 naik menjadi 13,6 persen.

    Soal mobil hybrid, jenis ini memiliki dua mesin penggerak, yakni mesin bensin konvensional dan motor listrik. Penggunaan mesin bensin konvensional dan motor listrik secara ebrgantian menghasilkan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

    Sementara itu mobil listrik PHEV adalah tingkat lanjut dari hybrid. Mobil ini memiliki baterai yang dapat diisi ulang dengan listrik dari sumber eksternal. Mobil PHEV masih memiliki "nyawa" yang serupa dengan mobil hybrid, yakni dapat menghasilkan listrik secara internal dari mesin yang digerakan oleh bahan bakar fosil.

    "Khusus untuk (produksi) jenis mobil listrik mereka (Mitsubishi) masih melakukan studi terhadap model yang akan dikembangkan (di Indonesia). Tetapi komitmen sudah ada," ucap Menperin menjelaskan rencana ekspor Mitsubishi Xpander Hybrid dan PHEV.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.