Mobil Operasional Freeport Papua Dibuat Antipeluru

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus antar-jemput karyawan antipeluru milik PT Freeport Indonesia, Papua. FOTO: Istimewa

    Bus antar-jemput karyawan antipeluru milik PT Freeport Indonesia, Papua. FOTO: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Mobil operasional perusahaan tambang PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, dilengkapi dengan fitur antipeluru. Biasanya menggunakan mobil Range Rover 3.0 LWB atau Toyota Land Cruiser 70-Series.

    Hari Suroto, arkeolog di Balai Arkeologi Papua, menceritakan alasan mobil dibuat khusus antipeluru. Menurutnya kondisi di ruas jalan poros menuju tambang Freeport, yang menghubungkan Timika-Tembagapura, rawan terjadi penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

    “Kondisi geografis jalanannya juga beberapa di antaranya sangat terjal,” ujar dia kepada Tempo, Kamis, 15 April 20201.

    Perusahaan penambang bijih yang mengandung tembaga, emas, dan perak itu tepatnya berada di dataran tinggi Grasberg. Untuk menuju ke sana dari dataran rendah Kabupaten Mimika jaraknya 80 km dan bisa memakan waktu 2,5-3 jam perjalanan.

    “Jadi itu alasan adanya fasilitas antipeluru atau armor. Bahkan penumpang diwajibkan memakai jaket anti peluru,” tutur Hari

    Range Rover 3.0 LWB berukuran panjang 5.200 mm, lebar 2.073 mm, dan tinggi 1.869 mm. SUV 5 seater ini memiliki ground clearance 220 mm, wheel base 3120 mm dan kapasitas tangki bahan bakar 105 L.

    Ditenagai mesin bensin 2.995 cc, dan inline 6 Cylinder 4 Valve DOHC, yang menawarkan tenaga 335 hp dan torsi 450 Nm. Mobil juga dipasangkan dengan transmisi otomatis 8-percepatan.

    “Mobil-mobil ini sudah langsung dimodifikasi pada saat pembelian, khususnya bagian kacanya. Perusahaan hanya terima bersih dan tinggal pakai,” kata Hari yang juga dosen Universitas Cendrawasih itu.

    Sedangkan Toyota Land Cruiser 70-Series diciptakan sebagai mobil berkapasitas angkut hingga 12 penumpang. Ciri-cirinya, memiliki wheelbase panjang, dan hanya memiliki tiga pintu.

    Mobil antipeluru menggunakan mesin berkode 1HZ berkapasitas 4.200cc, 6-silinder, diesel. Serta menggunakan transmisi manual 5-percepatan yang diklaim badak.

    Baca juga: Begini Bus Karyawan Antipeluru PT Freeport Papua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.