Begini Bus Karyawan Antipeluru PT Freeport Papua, Dijaga Pasukan Bersenjata

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bus antar-jemput karyawan antipeluru milik PT Freeport Indonesia, Papua. FOTO: Istimewa

    Bus antar-jemput karyawan antipeluru milik PT Freeport Indonesia, Papua. FOTO: Istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, mengoperasikan bus karyawan hasil modifikasi.

    Sebanyak 155 bus dengan platform truk Iveco Trakker 380 4x4 tersebut dimodifikasi menjadi antipeluru. Bus karyawan didesain super kuat untuk menghindari penembakan atau serangan kelompok politik di Papua.

    “Hampir seluruh bagiannya antipeluru, termasuk jendela yang juga ditutup pelat logam antipeluru,” kata Hari Suroto, Arkeolog Balai Arkeologi Papua, kepada Tempo yang dikutip Jumat, 16 April 2021.

    Dia menjelaskan bus karyawan antipeluru PT Freeport Indonesia ini beroperasi setiap hari mengantar karyawan dari Bandara Moses Kilangin di Timika atau Terminal Gorong Gorong menuju Tembagapura di dataran tinggi.

    Bandara Moses Kilangin dan Terminal Gorong Gorong memang berada di dataran rendah.

    "Modifikasi karoseri pada truk buatan Italia ini dilakukan oleh perusahaan swasta nasional PT Sanggar Sarana Baja,” ujar Hari.

    Menurut Hari, bus berbasis truk Iveco Trakker 380 4×4 dibangun khusus, yakni bak belakang diganti dengan manhaul bus bodies. Tiap unit bus buatan Italia tersebut bisa menampung 56-60 penumpang.

    Perjalanan bus karyawan antipeluru dari dataran rendah Kabupaten Mimika menempuh jarak 80 km dengan kecepatan 40 km/jam. dan bisa memakan waktu 2,5-3 jam perjalanan.

    Bus antipeluru ini biasa digunakan dengan kecepatan rata-rata 40 km per jam menuju Tembagapura.

    Tiap bus antipeluru lengkapi pasukan pengamanan bersenjata lengkap. Mobil-mobil karyawan tersebut berjalan beriringan alais konvoi 7 hingga 12 bus.

    “Sopir mengenakan rompi antipeluru kevlar hingga helm antipeluru,” tutur Hari, yang juga dosen Universitas Cendrawasih, Jayapura.

    Meski begitu bukan berarti bus antipeluru PT Freeport Indonesia tahan berbagai serangan Bus itu bisa luluh lantak jika diserang senapan antitank. “Atau senapan dengan peluru kaliber 12,7 x 99 mm yang bisa menembus kendaraan lapis baja."

    BacaCorona, Supir Bus Alih Profesi Tukang Becak hingga Jual Gorengan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.