PPKM Darurat, Toyota akan Maksimal Digital Marketing

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Avanza Veloz di pameran GIIAS 2019. 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota Avanza Veloz di pameran GIIAS 2019. 27 Juli 2019. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, JakartaPemerintah telah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat periode 3 hingga 20 Juli 2021 di Pulau Jawa dan Bali. PPKM darurat diberlakukan untuk meredam penyebaran virus Covid-19 yang terus meluas di Indonesia. Di periode ini, sejumlah kegiatan bakal dibatasi, sama seperti pada pelaksanaan Pembatasan Skala Besar (PSBB) di awal tahun lalu.

    PPKM darurat ini diperkirakan juga akan membatasi kegiatan penjualan kendaraan bermotor yang sebenarnya mulai pulih sejak pemberian insentif Pajak Pembelian Atas Barang Mewah (PPnBM) awal Maret lalu.

    Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor, Anton Jimmi Suwandy, mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum bisa memperkirakan penjualan pada Juli atau saat diberlakukannya PPKM darurat. “Kami akan terus memonitor situasinya,” kata Anton saat dihubungi Tempo, Jumat, 2 Juli 2021.

    Menurut Anton, Toyota memiliki sejumlah strategi untuk menyiasati situasi seperti PPKM darurat. “Caranya kami akan mengoptimalkan lagi digital marketing,” ujar dia.

    Toyota sendiri sejak pelaksanaan PSBB tahun lalu telah mengoptimalkan digital marketing. TAM memiliki berbagai platform digital untuk menjangkau konsumen dan calon konsumen. Mulai dari Facebook, Twitter , Youtube, Instagram, serta yang terbaru chatbot Toyota dan aplikasi mTOYOTA.

    Mereka juga memiliki program Toyota Virtual Expo yang biasanya digelar selama tiga hari di akhir pekan. Program ini termasuk salah satu yang cukup membantu penjualan Toyota di situasi sulit karena PSBB.

    Baca juga: Rancangan PPKM Darurat Jawa-Bali Tidak Atur Pembatasan Berkendara


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.