Pajak Mobil Hybrid Dinaikkan! Lihat Tarifnya

Varian terbaru Hyundai Tucson ini tampil agresif dan juga plug-in hybrid (PHEV) yang menawarkan efisien dengan kinerja yang mengejutkan. Tapi mobil Tucson 2022 ini sementara untuk pasar Amerika Serikat. FOTO: Antara

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah merevisi aturan pajak mobil hybrid pada komponen PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) 

Aturan baru pajak mobil hybrid tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 Tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan Atas Barang Mewah.

PP 74/2021 ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 2 Juli 2021 dan akan diberlakukan mulai 16 Oktober 2021.

Dalam aturan baru ini, pemerintah menghapus kendaraan listrik tipe plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dari penerima tarif PPnBM 0 persen. Kini mobil listrik PHEV bermesin 3.000cc dikenakan tarif PPnBM sebesar 15 persen.

Pada Pasal 36A disebutkan kendaraan PHEV dengan konsumsi bahan bakar lebih dari 28 km/liter atau tingkat emisi sampai 100 gram/km, akan dikenakan tarif PPnBM 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak 31,3 persen dari harga jual.

Adapun mobil listrik murni berbasis baterai (BEV) dan Fuel Cell (FCEV) tetap dipatok PPnBM 0 persen.

Pada Pasal 26 PP 74/2021 disebutkan, kenaikan pajak mobil hybrid pada komponen PPnBM menjadi sebesar 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 40 persen dari harga jual.

Ketentuan baru pajak mobil hybrid sebagai berikut:

  1. Mobil hybrid bensin dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 23 km/liter atau tingkat emisi kurang dari 100 gram/km.
  2. Mobil hybrid diesel atau semi diesel dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 26 km/liter atau tingkat emisi kurang dari 100 gram/km.

Kemudian di Pasal 27 disebutkan juga kenaikan PPnBM menjadi sebesar 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak sebesar 46,3 persen dari Harga Jual.

Penyesuaian pajak mobil berlaku untuk mobil hybrid dengan ketentuan sebagai berikut:

  1. Mobil hybrid bensin dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 18,4 km/liter sampai dengan 23 km/liter atau tingkat emisi mulai dari 100 gram/km sampai dengan 125 gram/liter.
  2. Mobil hybrid diesel atau semi diesel dengan konsumsi bahan bakar minyak lebih dari 20 km/liter sampai dengan 26 km/liter atau tingkat emisi mulai dari 100 gram/km sampai dengan 125 gram/km.

Baca:Konsumen Mobil Mewah pun Menunggu Pajak Mobil Baru 0 Persen 






Inden Hyundai Ioniq 5 Capai 1,5 Tahun, SPK Sudah 5.000 Unit

10 jam lalu

Inden Hyundai Ioniq 5 Capai 1,5 Tahun, SPK Sudah 5.000 Unit

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengonfirmasi bahwa pemesanan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 sudah mencapai 5.000 unit.


Kemendagri Catat Pendapatan Jakarta 2022 Rendah, Realisasi Pajak Capai 80,93 Persen

11 jam lalu

Kemendagri Catat Pendapatan Jakarta 2022 Rendah, Realisasi Pajak Capai 80,93 Persen

Kemendagri mencatat rendahnya pendapatan Jakarta menjelang tutup tahun anggaran 2022. Salah satu unsur pendapatan adalah pajak yang mencapai 80 persen


34 Bus Listrik Bekas KTT G20 Bakal Beroperasi di Surabaya

12 jam lalu

34 Bus Listrik Bekas KTT G20 Bakal Beroperasi di Surabaya

Kementerian Perhubungan (Kemenhbu) telah mengirimkan bus listrik bekas Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT G20 ke Kota Surabaya.


Toyota Bakal Luncurkan Mobil Listrik Baru Tahun Depan, Model Apa?

12 jam lalu

Toyota Bakal Luncurkan Mobil Listrik Baru Tahun Depan, Model Apa?

PT Toyota Astra Motor (TAM) akan menghadirkan lebih banyak mobil listrik di tahun depan. Kira-kira model apa saja yang bakal dihadirkan?


MG Motor akan Bawa Mobil Berteknologi Hybrid ke Indonesia

15 jam lalu

MG Motor akan Bawa Mobil Berteknologi Hybrid ke Indonesia

MG Motor Indonesia menyampaikan akan membawa mobil sejumlah line up baru pada tahun depan, termasuk mobil berteknologi hybrid.


Mercedes-Benz Perkenalkan Dealer Khusus Kendaraan Listrik di Jepang

17 jam lalu

Mercedes-Benz Perkenalkan Dealer Khusus Kendaraan Listrik di Jepang

Mercedes-Benz memasarkan lima model kendaraan listrik di Jepang yakni EQA EQB, EQC, EQE, dan EQS.


Pemerintah Wanti-wanti Ekspansi Kendaraan Listrik Impor

18 jam lalu

Pemerintah Wanti-wanti Ekspansi Kendaraan Listrik Impor

Pemerintah melalui Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mewanti-wanti agar Indonesia tidak menerima ekspansi kendaraan listrik impor.


Mercedes-Benz Masih Menghadapi Krisis Chip Semikonduktor

18 jam lalu

Mercedes-Benz Masih Menghadapi Krisis Chip Semikonduktor

Mercedes-Benz Indonesia memperkirakan krisis chip semikonduktor global masih akan berlanjut hingga tahun depan. Sejumlah model terdampak.


Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Berapa Banyak Populasinya di Indonesia?

1 hari lalu

Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Berapa Banyak Populasinya di Indonesia?

Hyundai Indonesia resmi menghentikan penjualan Ioniq Electric. Setelah dua tahun berkiprah di Indonesia, seberapa laku mobil listrik ini?


Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Bagaimana Nasib Kona EV?

1 hari lalu

Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Bagaimana Nasib Kona EV?

Lantas, dengan disuntik matinya Ioniq Electric, apakah penjualan mobil Kona EV juga akan dihentikan? Simak informasi lengkapnya di sini!