Terlaris di Amerika Utara, Penjualan Harley-Davidson di Q2 2021 Naik 24 Persen

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Harley-Davidson Fat Boy 2021. (Harley-Davidson)

    Harley-Davidson Fat Boy 2021. (Harley-Davidson)

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjualan motor Harley-Davidson di kuartal 2 (Q2) 2021 mengalami peningkatan 24 persen dibanding periode yang sama pada 2020. Angka penjualan ini sepenuhnya disumbang dari penjualan di Amerika Utara.

    Melansir laman Rideapart, Jumat, 23 Juli 2021, penjualan di Amerika Utara naik 43 persen dari tahun ke tahun pada Q2. Amerika Utara merupakan satu-satunya negara pemasaran Harley-Davidson yang menunjukkan pertumbuhan penjualan.

    Sementara di wilayah penjualan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika mengalami penurunan 7 persen di periode yang sama. Penjualan Asia Pasifik juga mengalami penurunan 13 persen dan yang paling anjlok di Amerika Latin, sebesar 31 persen.

    Sementara dalam enam bulan pertama 2021, penjualan motor Harley-Davidson masih meningkat 18 persen. Amerika Utara naik 38 persen, sedangkan Asia Pasifik turun 7 persen, dan Amerika Latin anjlok 47 persen. Sementara itu, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika turun 19 persen.

    Harley-Davidson mengatakan bahwa penurunan penjualan ini disebabkan penghentian penjualan model Street dan Legacy Sportster di wilayah tersebut. Sementara di Amerika Latin, penurunan disebabkan pengurangan dealer dan adanya penetapan harga di seluruh portofolio Harley-Davidson.

    Penjualan suku cadang dan aksesoris Harley-Davidson masih mengalami kenaikan 32 persen di Q2 2021 dan penjualan General Merchandise naik 47 persen. Harley-Davidson memperkirakan pertumbuhan pendapatan segmen sepeda motor di tahun ini akan berakhir di angka 30 hingga 35 persen.

    Baca: Harley-Davidson Sportster S 2021 Meluncur, Harga Tembus Rp 280 Juta


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.