Meski Masih Pandemi, Den Dimas Ungkap Pentingnya Komunitas Otomotif

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) bangkitkan sektor pariwisata.

    Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta Komunitas Motor Besar Indonesia (MBI) bangkitkan sektor pariwisata.

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu influencer di dunia otomotif, Den Dimas baru-baru ini berbicara betapa pentingnya komunitas bagi para penggila motor atau mobil.

    Hal itu ia ungkapkan ketika diundang dalam acara virtual bertajuk, Ngobrol Seru: Improving Living Standards Through Employment and Social Assistance, Rabu, 28 Juli 2021.

    “Komunitas itu penting banget, apalagi bagi pecinta otomotif. Bukan untuk ketawa-ketawa, tapi untuk berbagi informasi. Biasanya sebelum pandemi, kita sering banyak event,” kata Dimas.

    Meski saat ini sulit bagi komunitas untuk menggelar acara, namun mereka tidak pernah berhenti melakukan aktivitas produktif.

    Dimas menjelaskan bahwa komunitas otomotif saat ini justru lebih sering melakukan bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19.

    “Tapi yang jelas aktivitas tetap berjalan, bedanya sekarang lebih ke arah peduli dengan lingkungan sekitar kita,” terang pencetus istilah Bubur Ayam Racer tersebut.

    “Sudah banyak banget komunitas-komunitas lain yang saling membantu di masa Covid-19 seperti ini. Ini sebuah image yang positif banget,” lanjutnya.

    Dimas sendiri memang kerap kali membagikan aktivitasnya sebagai biker dan kolektor mobil di akun media sosial pribadinya @buburayamracer.

    Terakhir kali ia mengunggah foto bersama rekan-rekannya saat sedang motoran. Dalam postingan itu, terlihat juga sosok Darius Sinathrya.

    Baca: Komunitas Thunder Sebut Tarif Parkir Motor Rp18 Ribu per Jam Sangat Berat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.