Produsen Cina Sebut Mengisi Daya Listrik Lebih Cepat dari Isi Bensin, Benarkah?

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Baterai mobil listrik. wardsauto.com

    Baterai mobil listrik. wardsauto.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen asal Cina GAC Aion mengklaim bahwa pengisian daya listrik bisa lebih cepat daripada mengisi bensin. Itu bisa terjadi dengan teknologi yang digunakan untuk mempercepat pengisian.

    Teknologi pengisian cepat di industri kendaraan listrik memang bukan hal baru. Itu memungkinkan baterai onboard untuk diisi ke persantase tertentu dalam waktu cepat.

    Namun, GAC Aion menjelaskan bahwa pengisian itu bisa dipercepat secara kilat, seperti halnya mobil konvensional melakukan pengisan bensin atau solar.

    Perusahaan mengatakan bahwa produk mobil listrik Aion VEV akan dilengkapi dengan teknologi ini. lebih lanjut, mereka menjelaskan bahwa pengisian super cepat ini tidak akan merusak baterai.

    Pengisian daya 3c GAC Aion ini diklaim hanya membutuhkan waktu 16 menit untuk persentase 0-80 persen. Sedangkan pada pengisian 30-80 persen, Anda hanya membutuhkan waktu 10 menit.

    Teknologi ini disebut sebagai sistem baterai graphene, yang mampu memberikan kecepatan dalam pengisian daya listrik ketimbang baterai Li-ion, yang digunakan EV saat ini.

    Baterai graphene yang dapat diskalakan ini juga diklaim mampu membawa mobil listrik melaju hingga 1.000 km dengan satu kali pengisian.

    Meski begitu, menurut beberapa ahli, baterai graphene dapat diskalakan untuk digunakan dalam mobil listrik masih menunggu beberapa tahun lagi.

    Baca: Demi Kembangkan Charging Station, PLN Diminta Gandeng Perusahaan Luar

    HINDUSTAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.