Spesifikasi Lengkap Kendaraan Militer Pindad MV2 4x4

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pindad MV2 4x4. (Pindad)

    Pindad MV2 4x4. (Pindad)

    TEMPO.CO, Bandung - PT Pindad (Persero) memperkenalkan kendaraan militer baru, MV2 4x4, Senin, 2 Agustus 2021. Kendaraan ini dibekali dengan kemampuan menjelajah segala medan, baik on-road maupun off-road.

    MV2 4x4 merupakan kendaraan jenis double cabin, mirip seperti kendaraan Maung yang sudah lebih dulu diproduksi.

    MV2 4x4 dengan kapasitas 4 penumpang ini memiliki interior minimalis, baris belakang lebih lega, atap kanopi di bagian belakangnya bisa dilepas. Manuvernya diklaim gesit dan andal, dengan suspensi nyaman digunakan di medan on road atau pun off-road.

    Sepesifikasi kendara militer ini di antaranya mengusung mesin diesel dengan daya ≥ 136 HP @3.200 Rpm dan torsi maksimum 385 Nm @1.600 - 2.600 Rpm.

    Untuk menunjang kemampuan melaju di medan ekstrim, MV2 4x4 dibekali dengan penggerak 4 roda (4WD). Di sektor kaki-kaki ditopang roda berukuran 35 x 12.50 R17. Tenaga dari mesin disalurkan ke roda melalui transmisi manual 6 percepatan. Suspensi depan menggunakan independent double wishbone. Sementara suspensi belakang four link with coilover shock.

    MV2 4x4 memiliki dimensi panjang 5.220 mm, lebar 2.010 mm, tinggi 1.860 mm. Jarak sumbu roda 3.220 mm dengan ground clearence 260 mm. Berat kosong kendaraan 2.630 kilogram, dan dapat menahan beban maksimal hingga 3.200 kilogram.

    Pindad MV2 4x4 memiliki kecepatan maksimal 120 kilometer per jam, dengan jarak tempuh menembus 600 kilometer dengan bahan bakar full tank. Kemampuan daya tanjak 60 persen, diklaim mampu melibas medan dengan kemiringan 30 persen serta fording 0,75 mm.

    AHMAD FIKRI

    Baca juga: Pindad Perkenalkan Kendaraan Militer MV2 4x4


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.