Pemesanan Hyundai Staria Tembus 20 SPK, Pengiriman Unit Molor

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengumumkan akan meluncurkan MPV terbarunya, Hyundai Staria pada 20 Agustus 2021. hyundai.com

    PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengumumkan akan meluncurkan MPV terbarunya, Hyundai Staria pada 20 Agustus 2021. hyundai.com

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Hyundai Motor Indonesia (HMID) telah memasarkan MPV terbarunya, yakni Hyundai Staria sejak diluncurkan pada 20 Agustus 2021. Hingga saat ini pemesanan diklaim sudah tembus 20 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK), namun unitnya masih belum dikirim ke konsumen.

    "Sudah hampir 20 SPK di seluruh cabang kami. Namun konsumen harus bersabar karena barangnya masih inden," kata Managing Director Andalan Hyundai Raynaldi Setiawan, dikutip dari Antara hari ini, Rabu, 8 September 2021.

    Raynaldi juga mengatakan bahwa saat ini banyak konsumen yang menanyakan ketersediaan Hyundai Staria di diler. Minat konsumen terhadap MPV baru ini cukup besar karena memang desainnya yang futuristik.

    Sebelumnya, Chief Operating Officer PT HMID Makmur mengatakan kepada Tempo bahwa konsumen yang sudah memesan MPV premium ini akan dikirim mulai Agustus 2021.

    Konsumen dapat membeli MPV pesaing Toyota Alphard ini melalui platform Click-to-Buy yang dapat diakses melalui situs resmi Hyundai Motors Indonesia. Kemudian juga bisa datang ke diler resmi Hyundai terdekat.

    MPV premium hadir dalam empat pilihan warna, yakni Creamy White, Abyss Black Pearl, Graphite Grey Metallic, dan Shimmering Silver Metallic.

    Untuk urusan harga, Hyundai Staria Signature 7 dijual seharga Rp1,02 miliar, sedangkan Staria Signature 9 dilego dengan harga Rp888 juta. Harga tersebut berlaku on the road untuk wilayah DKI Jakarta.

    Baca: Dua Hari Dipasarkan, Pemesanan Hyundai Staria Tembus 20 SPK


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.