Mercedes Siap Membantu Volkswagen untuk Masuk Formula 1

Reporter:
Editor:

Rafif Rahedian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Formula 1 GP Bahrain. REUTERS/Hamad I Mohammed

    Formula 1 GP Bahrain. REUTERS/Hamad I Mohammed

    TEMPO.CO, Jakarta - Mercedes dikabarkan secara terbuka bakal membantu Volkswagen untuk masuk ke ajang balap Formula 1. Mereka nantinya bakal memberikan informasi tentang pedoman atau atruan mesin baru untuk bisa tampil di sana.

    Pentas F1 ini nantinya bakal menggunakan mesin baru mulai 2025 mendatang, dimana pabrikan sedang mendiskusikan cara memproduksi unit dengan daya lebih sederhana, lebih murah dan lebih berkelanjutan.

    Bos tim pabrikan Mercedes, Toto Wolff menjelaskan bahwa pihaknya bakal menyingkirkan elemen MGU-H (Motor Generator Unit-Heat) dengan aturan baru pada 2026. MGU-H sendiri berfungsi untuk memulihkan dan menyimpan energi dari atau ke turbocharger.

     “Saya pikir ini adalah kompromi. Saya tidak bisa berbicara untuk orang lain, tetapi di Mercedes kami siap untuk memfasilitasi masuknya Grup Volkswagen,” kata Wolff seperti dikutip dari situs Hindustan Times, Selasa, 14 September 2021.

    Lebih lanjut, dirinya menjelaskan bahwa rencana menyingkirkan elemen MGU-H tergantung dengan hasil keselarasan. Jika tidak menemukan kecocokan, maka langkah ini dipastikan tidak akan dianjutkan.

    "Tetapi ada beberapa topik lain, di mana kompromi perlu ditemukan. Jika kompromi tidak dapat ditemukan maka, kami mungkin bakal kembali ke tata kelola peraturan 2026 yang akan dibuat oleh FIA dan FOM (Manajemen Formula 1)," lanjut Wolff.

    Volkswagen sendiri sebenarnya sudah cukup akrab dengan ajang Formula 1. Mengingat, mantan kepala Volkswagen Motorsport, Jost Capito, saat ini menjadi bos tim pabrikan Williams Mercedes.

    Baca: Volkswagen Luncurkan Mobil Berlangganan Tanpa Perlu Membeli

    HINDUSTAN TIMES


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.