AC Mobil Tidak Dingin, Masalahnya Tak hanya Kerusakan Komponen

Reporter:
Editor:

Bram Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Pada bagian kabin Toyota New Land Cruiser 300 ini juga sudah menggunakan monitor multi medan yang meliputi sistem empat kamera. Lalu ada layar informasi off-road khusus berukuran 12,3 inci. Untuk fitur keselamatan, mobil ini untuk pertama kalinya menggunakan sensor sidik jari untuk menyalakan mesin. Untuk menyalakannya, pengemudi harus membawa Smart Key, tekan pedal rem, dan sentuh sensor sidik jari di tengah sakelar start. global.toyota

    Pada bagian kabin Toyota New Land Cruiser 300 ini juga sudah menggunakan monitor multi medan yang meliputi sistem empat kamera. Lalu ada layar informasi off-road khusus berukuran 12,3 inci. Untuk fitur keselamatan, mobil ini untuk pertama kalinya menggunakan sensor sidik jari untuk menyalakan mesin. Untuk menyalakannya, pengemudi harus membawa Smart Key, tekan pedal rem, dan sentuh sensor sidik jari di tengah sakelar start. global.toyota

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketika penyejuk udara (AC) hanya mengembuskan angin, tapi tak membuat kabin mobil menjadi dingin, maka ada komponen yang bermasalah. Penyebabnya tak hanya satu hal saja. Bahkan pun belum tentu ada komponen yang rusak, misalnya jaringan pipa (kondensor) yang kotor.

    Mengutip Auto 2000, berikut beberapa penyebab AC mobil tidak dingin:

    • Freon habis

    Jika freon habis, maka bisa dipastikan AC tidak akan dingin atau hanya mengembuskan angin.

    • Kondensor kotor

    Kondensor adalah bagian AC yang berfungsi membuang suhu panas yang dilepaskan kompresor. Kalau bagian ini kotor, maka harus rutin membersihkan kotoran yang menumpuk agar tidak menimbulkan penyumbatan.

    • Kompresor rusak

    Kalau kondensor bersih, tapi sistem pendinginan tetap tidak terasa, maka masalahnya ada di kompresor yang aus atau rusak. Cirinya adalah sight glass berwarna hitam. Kalau tanda ini muncul, maka pengering (receiver dryer) atau katup (expansion valve) tersumbat kotoran. 

    • Extra fan mati

    Jika komponen yang terletak di depan kondensor ini mati, maka akan mempengaruhi proses perubahan uap menjadi air atau kondensasi.  Adapun kondensasi merupakan proses yang membuat penurunan suhu di dalam kondensor. Jika extra fan tidak berputar, maka penurunan suhu tidak akan terjadi. Kabin mobil pun akan tetap terasa gerah. 

    • Kelebihan tekanan

    Pengisian oli kompresor yang berlebihan akan membuat tekanan di dalam freon AC meningkat. Kalau tekanan sudah meningkat, maka kompresor akan menjadi sangat panas, maka proses kondensasi terhambat untuk menurunkan suhu. Jika prosesnya terganggu, maka AC tak akan dingin.

    • Evaporator tersumbat

    Evaporator (alat untuk menguapkan cairan) yang tersumbat debu maupun kotoran akan menghambat aliran udara dari blower. Kalau aliran udara sudah terhambat, akibatnya sirkulasi AC juga jadi terganggu. Itu sebabnya evaporator mesti rutin dibersihkan.

    • Sabuk karet putus

    Fungsi sabuk karet (belt) dalam AC untuk menyalurkan putaran mesin menuju kompresor. Apabila sabuk karet ini putus atau mengalami kerusakan lain, maka kinerja kompresor tidak akan maksimal karena tak mendapat aliran putaran mesin. Kalau kompresor sudah tidak bekerja optimal, maka tidak ada sirkulasi aliran freon yang menyebabkan AC tidak dingin.

    • Thermistor rusak

    Thermistor adalah singkatan dari thermo dan resistor. Komponen ini berfungsi mengirimkan sinyal ke kompresor untuk berhenti bekerja saat suhu dalam kabin mobil sudah mencapai temperatur sesuai pengaturan AC. Jika thermistor rusak, maka tak ada sinyal yang dikirimkan ke kompresor, sehingga akan terus bekerja hingga evaporator beku. Kalau evaporator sudah beku, kondisi ini mengakibatkan AC mobil tidak dingin.

    ASMA AMIRAH

    Baca: Tanda-tanda Filter AC Mobil Harus Diganti


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?