Ingin Beralih Kendaraan Listrik karena BBM Naik? Perhatikan 3 Fakta Berikut

Reporter

Editor

Nurhadi

Pengunjung tengah mencoba kendaraan listrik pada pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022 Tangerang, Kamis (11/8/2022) Pada GIIAS ini, total 25 merek kendaraan penumpang dan komersial hadir. Banyak yang membawa kendaraan listrik di antaranya Audi, BMW, Chery, Daihatsu, DFSK, Honda, Hyundai, Isuzu, KIA, Lexus, Mazda, MG, Mini, Mitsubishi Motors, Nissan, Porsche, Subaru, Suzuki, Toyota, VW, Wuling, dan dari kendaraan komersial hadir Hino, Isuzu, Mitsubishi Fuso dan UD Trucks. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Kabar kenaikan harga BBM memicu keinginan sebagian orang untuk beralih menggunakan kendaraan listrik. Namun, apakah kendaraan listrik benar-benar mampu menjadi solusi untuk menghindar dari dampak kenaikan harga BBM?

Dikutip dari berbagai sumber, berikut tiga fakta seputar kendaraan listrik yang perlu Anda pertimbangkan apabila Anda berencana untuk membelinya sebagai pengganti transportasi berbahan dasar BBM:

1. Klaim Lebih Hemat Energi

Keyakinan penggunaan kendaraan listrik untuk menggantikan kendaraan dengan BBM dapat dilihat di situs web resmi Kementerian Perindustrian dengan artikel berjudul Studi Mobil Listrik: Hemat Energi Hingga 80 Persen. 

Artikel tersebut mengeklaim bahwa berdasarkan hasil penelitian dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Institut Teknologi Bandung, rata-rata mobil listrik jenis hybrid dapat menghemat BBM hingga 50 persen. Sedangkan mobil dengan sistem plug-in hybrid mampu berhemat hingga 75-80 persen. 

2. Belum Lepas dari Bahan Bakar Fosil

Walaupun penelitian menunjukkan bahwa kendaraan listrik lebih hemat BBM, kenyataan saat ini menunjukkan bahwa produksi energi listrik belum bisa lepas dari pengolahan bahan bakar fosil yang juga menjadi bahan utama dari BBM.

Dikutip dari laman its.ac.id, guna menghasilkan sumber energi listrik, Indonesia masih mengandalkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Uap atau PLTU. Bahkan, Direktur Mega Project Perusahaan Listrik Negara Muhammad Ikhsan Asaad menyebutkan bahwa subtotal penggunaan bahan bakar fosil mencapai 87,4 persen pada 2020.

3. Tantangan Limbah Baterai

Masih merujuk pada laman its.ac.id, bateri sebagai tempat penyimpanan energi kendaraan listrik diprediksi memiliki usia atau masa pakai sekitar 10-12 tahun saja. Setelah itu, baterai perlu diganti dengan barang baru agar kendaraan tetap dapat dipakai.

Sementara itu, merujuk artikel Can Electric Vehicle Batteries be Recycled? karya Serge Pelissier, masih terdapat perdebatan mengenai penggunaan ulang atau recycle dari baterai kendaraan listrik. Namaun, hasil penelitian terkini menunjukkan bahwa baterai kendaraan listrik lebih baik hanya digunakan sekali saja. Dengan begitu, keterbatasan masa pakai baterai dapat menjadi timbunan pada masa mendatang.

ACHMAD HANIF IMADUDDIN

Baca juga: Benarkah Kendaraan Listrik Ramah Lingkungan






Respons Bengkel Modifikasi Mobil Soal Kendaraan Listrik Konversi

17 jam lalu

Respons Bengkel Modifikasi Mobil Soal Kendaraan Listrik Konversi

Tomi Gunawan mengatakan tren kendaraan listrik konversi akan semakin banyak. Mau tahu detilnya?


Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

19 jam lalu

Demo Buruh Mundur ke Tanggal 12 Oktober, Ini Alasan KSPI

Serikat buruh kembali menggelar aksi demonstrasi pada Rabu, 12 Oktober 2022.


Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

2 hari lalu

Klaim Harga Kebutuhan Pokok Terkendali, Kemendag: Secara Umum Belum Ada Gejolak

Kemendag memastikan harga kebutuhan pokok di berbagai daerah secara umum masih terkendali setelah kenaikan harga bahan bakar minyak.


Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

2 hari lalu

Perkirakan Inflasi September 1,10 Persen, Bank Indonesia Sebut Bensin dan Angkot Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen.


Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

2 hari lalu

Prediksi Inflasi September 1,45 Persen, Indef: Penyebabnya Harga BBM, Pangan dan Angkot Naik

Indef memperkirakan tingkat inflasi Indeks Harga Konsumen pada September 2022 mencapai 1,45 persen secara bulanan (month to month/mtm).


Cadangan Minyak Menipis, Bamsoet Minta Warga Beralih ke Kendaraan Listrik

2 hari lalu

Cadangan Minyak Menipis, Bamsoet Minta Warga Beralih ke Kendaraan Listrik

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta masyarakat untuk segera bermigrasi dari kendaraan berbahan bakar minyak menuju kendaraan listrik.


Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

2 hari lalu

Tips Keuangan Agar Tetap Tegar Menghadapi Efek Domino dari Kenaikan BBM

Pada bulan awal September kemarin, pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.


Bamsoet Dukung Kendaraan Listrik KTT G20 Diserahkan ke Pemprov Bali

2 hari lalu

Bamsoet Dukung Kendaraan Listrik KTT G20 Diserahkan ke Pemprov Bali

Sehingga bisa menjadi stimulus Bali dalam mempercepat migrasi kendaraan konvensional berbahan bakar minyak ke kendaraan masa depan bermotor listrik.


Kebelet Motor Listrik? Ini 6 Merek dan Harga Sepeda Motor Listrik di Indonesia

2 hari lalu

Kebelet Motor Listrik? Ini 6 Merek dan Harga Sepeda Motor Listrik di Indonesia

Menurut Human Capital, Legal, dan Sekretaris Perusahaan PT Wika (WIMA) Bagas Sidharta, kenaikan harga BBM menjadi momentum beralih ke motor listrik.


Motor Brebet Saat Digas, Inilah Penyebab serta Cara Mengatasinya

2 hari lalu

Motor Brebet Saat Digas, Inilah Penyebab serta Cara Mengatasinya

Busi motor bisa menjadi penyebab motor brebet di rpm tinggi karena busi tidak menciptakan percikan api untuk pembakaran dalam mesin.