Pertamina Lubricants Sambut Baik Kehadiran Kendaraan Listrik

Reporter

Pekerja mengecek produksi oli di Pertamina Lubricants, Jakarta, 8 Desember 2015. PT Pertamina Lubricants mengoperasikan Production Unit Jakarta (PUJ) pabrik pelumas terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Tren penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat. Saat ini beberapa kendaraan listrik resmi dipasarkan, mulai dari sepeda motor hingga mobil. PT Pertamina Lubrincants (PTPL), anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang memproduksi pelumas otomotif, menyambut baik era transisi energi baru melalui kendaraan listrik (EV), dan mengatakan bahwa pelumas masih digunakan dalam kendaraan ramah lingkungan tersebut.

"Kita melihat hingga beberapa tahun ke depan, pelumas masih akan digunakan, baik di segmen otomotif maupun di industri. Itu adalah bagian dari target kita untuk tetap grow," kata Direktur Sales & Marketing Pertamina Lubricants Sari Rachmi saat dijumpai di Production Unit Jakarta PTPL di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa, 29 November 2022.

Namun, Sari menilai bahwa hal ini diperlukan kerja sama dengan pihak-pihak terkait agar adaptasi teknologi untuk pelumas dan ekosistem kendaraan listrik pun bisa berjalan dengan baik.

"Untuk pelumas, karena kebutuhan ekosistem kendaraan listrik berbeda, yang dilakukan Pertamina Lubricants ialah bermitra dengan partner-partner kita di bidang teknologi untuk menciptakan fluida-fluida untuk ekosistem EV," ujar dia.

"Di sisi lain kami juga secara portfolio bisnis melakukan diversifikasi, kita mulai masuk ke specialty chemical, seperti oil chemical, jadi banyak sekali detailnya. Ini (ditujukan) untuk (segmen) otomotif dan industri. Kita tidak fokus cuma di specialty chemical tetapi juga melihat peluang yang ada," ujarnya menambahkan.

Saat ditanya soal kapan adaptasi tersebut akan dilakukan, Sari mengatakan pihaknya akan menyesuaikan dengan peta jalan pemerintah dan kematangan pasar di Indonesia.

"Pada dasarnya kami mendukung program pemerintah. Kami akan menyesuaikannya dengan roadmap pemerintah dan kesiapan pasar," kata dia.

Di sisi lain, secara umum, Sari mengatakan PTPL merupakan pemimpin pasar (market leader) di pasar domestik. Berdasarkan benchmark perusahaan sejenis untuk tahun 2021, produk pelumas PTPL menguasai 35 persen pangsa pasar pelumas domestik.

Sementara itu, PTPL memiliki sejumlah produk unggulan berkualitas dunia untuk segmen otomotif antara lain Fastron untuk mobil, Enduro untuk sepeda motor, dan Meditran untuk kendaraan niaga.

Lalu, untuk segmen industri, PTPL memiliki jenama unggulan untuk berbagai kebutuhan mesin-mesin dan alat berat sektor industri seperti Meditran (engine oil), Medripal (marine engine oil), Turalik (hydraulic oil), dan Rored (automotive gear oil).

PTPL juga memiliki jaringan gerai penjualan produk retail yaitu SPBU, Olimart, dan Enduro Express.

Baca juga: Simak 5 Fungsi Oli Mesin Kendaraan, Tak Cuma Sebagai Pelumas

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto







Luhut: Insentif Kendaraan Listrik Harus Diumumkan Bulan Ini

5 jam lalu

Luhut: Insentif Kendaraan Listrik Harus Diumumkan Bulan Ini

Menteri Luhut buka suara ihwal kelanjutan rencana pemerintah memberikan insentif untuk pembelian kendaraan listrik.


Tesla Model S Plaid Diuji Masuk Genangan Air 2 Meter, Hasilnya Mengejutkan

5 jam lalu

Tesla Model S Plaid Diuji Masuk Genangan Air 2 Meter, Hasilnya Mengejutkan

Mobil listrik Tesla Model S Plaid dijalankan secara perlahan ke dalam air. Semakin dalam hingga air menutupi kap dan bagian pintu mobil.


Kendaraan Listrik Belum Bisa Diterapkan ke Angkutan Perintis, Ini Alasannya

8 jam lalu

Kendaraan Listrik Belum Bisa Diterapkan ke Angkutan Perintis, Ini Alasannya

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menjelaskan bahwa penggunaan kendaraan listrik belum bisa diterapkan untuk angkutan perintis. Kenapa?


Mengenal IPO yang Ditolak oleh Serikat Pekerja Pertamina Karena Privatisasi PT PGE

9 jam lalu

Mengenal IPO yang Ditolak oleh Serikat Pekerja Pertamina Karena Privatisasi PT PGE

Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak privatisasi PT PGE melalui IPO. Apa sebenarnya IPO? Bagaimana prosesnya?


Harga Kendaraan Listrik Turun, Rivian Automotif PHK 840 Karyawan

11 jam lalu

Harga Kendaraan Listrik Turun, Rivian Automotif PHK 840 Karyawan

Rivian Automotif melakukan PHK terhadap 840 karyawan karena kondisi perusahaan sedang mengalami kesulitan ekonomi dan harga kendaraan listrik turun.


Ekonomi Terkini: Kinerja Ekspor Tertinggi, Serikat Pekerja Pertamina Tolak Privatisasi PT PGE Melalui IPO

11 jam lalu

Ekonomi Terkini: Kinerja Ekspor Tertinggi, Serikat Pekerja Pertamina Tolak Privatisasi PT PGE Melalui IPO

Berita ekonomi dan bisnis terkini. Mulai dari kinerja ekspor yang moncer hingga penolakan privatisasi PT PGE.


Mobil Listrik Neta V yang Diduga Produk Esemka Bakal Hadir di Malaysia?

12 jam lalu

Mobil Listrik Neta V yang Diduga Produk Esemka Bakal Hadir di Malaysia?

Mobil listrik Esemka dirumorkan bakal hadir di Indonesia melalui model Neta V dan Neta U. Selanjutnya model itu diisukan akan masuk pasar Malaysia.


Performa Mobil Listrik Anjlok di Suhu Dingin, Tesla Model S Tempuh 530 Km

14 jam lalu

Performa Mobil Listrik Anjlok di Suhu Dingin, Tesla Model S Tempuh 530 Km

Pengujian di suhu ekstrem yang dingin membuat daya jangkau mobil listrik Tesla Model S turun 16 persen. Mobil Cina Maxus Euniq 6 hanya 10 persen.


Promo Mobil Wuling Februari 2023, Cicilan Air ev Mulai Rp 5 Juta

18 jam lalu

Promo Mobil Wuling Februari 2023, Cicilan Air ev Mulai Rp 5 Juta

Melalui program ini, mobil listrik mungil Wuling Air ev bisa dimiliki dengan uang muka ringan mulai Rp 36 juta


Serikat Pekerja Pertamina Tolak Privatisasi PT PGE Melalui IPO

1 hari lalu

Serikat Pekerja Pertamina Tolak Privatisasi PT PGE Melalui IPO

Serikat Pekerja PT Pertamina (Persero)-menolak aksi korporasi yang dinilai melakukan privatisasi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) melalui Initial Public Offering (IPO)