Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Saran Pakar untuk Pemudik dengan Kendaraan Listrik: Perhatikan Jarak dan Rute

image-gnews
Kehadiran SPKLU Astra Otopower di Resta Pendopo KM 456B ini merupakan bentuk kolaborasi dalam Astra Value Chain guna saling melengkapi untuk menciptakan nilai tambah bagi satu sama lainnya.(Foto: Asta Otoparts)
Kehadiran SPKLU Astra Otopower di Resta Pendopo KM 456B ini merupakan bentuk kolaborasi dalam Astra Value Chain guna saling melengkapi untuk menciptakan nilai tambah bagi satu sama lainnya.(Foto: Asta Otoparts)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Masyarakat Indonesia berantusias untuk menyambut mudik Lebaran 2023, termasuk pemilik kendaraan listrik. Pasalnya, pada tahun ini, masyarakat Indonesia dapat melakukan mudik tanpa adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM.

Selain transportasi umum, pemerintah pun menyediakan beberapa fasilitas mudik gratis di Lebaran 2023.

Di berbagai pilihan moda transportasi untuk mudik ini, terdapat moda transportasi privat dengan ditenagai listrik alias setrum. Memang selama beberapa tahun ke belakang, pemerintah sedang gencar-gencarnya untuk mendorong masyarakat menggunakan kendaraan listrik.

Terdapat dua kendaraan listrik yang umum di masyarakat Indonesia kini, yakni mobil listrik dan motor listrik. Bagaimana tips mudik dengan keduanya?

Pakar: Cermati Jarak dan Rute Mudik

Permasalahan mendasar kendaraan listrik adalah sarana pengisian setrumnya. Jusri Pulubuhu, Founder Jakarta Defensive Driving Consulting, dikutip dari Antara, mengatakan bahwa isu mendasar dari kendaraan listrik adalah daya jangkau dan juga fasilitas pengisian daya.

Ia berujar bahwa infrastruktur untuk kendaraan listrik masih belum sebaik infrastruktur dari kendaraan konvensional berbahan BBM. Oleh karena itu, menurutnya, jarak tempuh ketika mudik menjadi penting untuk keputusan menggunakan kendaraan listrik.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

“Masalah recharging ini belum begitu sebaik seperti infrastruktur kendaraan konvensional, maka para pengguna motor listrik atau mobil listrik, saya sarankan untuk tidak menggunakannya jika jarak lebih dari 300 kilometer atau enam jam lebih perjalanan,” ucap Jusri Pulubuhu.

Dengan memperhatikan jarak ini, ia menyarankan untuk pemudik dengan kendaraan listrik tidak memaksakan menggunakannya. Memaksakan menggunakan kendaraan listrik akan merepotkan pemudik itu sendiri.

“Jadi, nanti Anda akan mengalami kesulitan sendiri, lebih-lebih kalau rute tujuan atau kampung kita ini agak keluar dari kota-kota besar gitu, ya. Nah, otomatis kebutuhan listriknya akan sedikit sulit,” kata Jusri Pulubuhu.

Jusri Pulubuhu menyarankan mudik dengan kendaraan listrik jika jarak yang ditempuh di bawah 200 kilometer atau di bawah enam jam perjalanan. Dengan jarak di bawah 200 kilometer atau di bawah enam jam perjalanan, kendaraan listrik layak untuk digunakan.

Pilihan editor : Mitsubishi Bakal Produksi Minicab MIEV Akhir Tahun Ini di Indonesia
Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik Tempo.co Update untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Mercedes-Benz EQE SUV, Mobil Listrik nan Mewah dan Tangguh

11 hari lalu

Mercedes-Benz EQE SUV
Mercedes-Benz EQE SUV, Mobil Listrik nan Mewah dan Tangguh

Selain performanya yang mengesankan, "kemewahan" didefinisikan ulang oleh EQE SUV melalui detailinteriornya yang cermat


Proyek Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang Diresmikan, Investasinya Capai Rp160 Triliun

11 hari lalu

Presiden Joko Widodo disaksikan Executive Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung (kedua kanan), dan Menteri Perdagangan, Investasi dan Energi Korea Selatan Inkyo Cheong (kanan) menandatangani mobil Hyundai Kona Electric saat peresmian pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2024. Pabrik sel baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara itu dibangun oleh konsorsium perusahaan asal Korea Selatan Hyundai dan LG dengan total investasi senilai Rp160 triliun yang akan diselesaikan secara bertahap. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Proyek Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang Diresmikan, Investasinya Capai Rp160 Triliun

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pabrik baterai mobil listrik di Karawang itu merupakan visi yang menjadi kenyataan.


Targetkan Produksi Kendaraan Listrik 600 Ribu Unit pada 2030, Luhut Yakin Tekan Subsidi BBM Rp 131 Miliar

11 hari lalu

Presiden Joko Widodo disaksikan Executive Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung (kedua kanan), dan Menteri Perdagangan, Investasi dan Energi Korea Selatan Inkyo Cheong (kanan) menandatangani mobil Hyundai Kona Electric saat peresmian pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2024. Pabrik sel baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara itu dibangun oleh konsorsium perusahaan asal Korea Selatan Hyundai dan LG dengan total investasi senilai Rp160 triliun yang akan diselesaikan secara bertahap. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak
Targetkan Produksi Kendaraan Listrik 600 Ribu Unit pada 2030, Luhut Yakin Tekan Subsidi BBM Rp 131 Miliar

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan produksi kendaraan listrik di Indonesia mencapai 600 ribu unit pada 2030.


Pemerintah Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang, Luhut: Visi yang Jadi Kenyataan

11 hari lalu

Presiden Joko Widodo didampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan (ketiga kiri), Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (kedua kiri), Menteri BUMN Erick Thohir (kiri), Executive Chairman Hyundai Motor Group Euisun Chung (kedua kanan), Menteri Perdagangan, Investasi dan Energi Korea Selatan Inkyo Cheong (kanan) meresmikan pabrik baterai kendaraan listrik PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Karawang, Jawa Barat, Rabu, 3 Juli 2024. Pabrik sel baterai kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara itu dibangun oleh konsorsium perusahaan asal Korea Selatan Hyundai dan LG dengan total investasi senilai Rp160 triliun yang akan diselesaikan secara bertahap. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Pemerintah Resmikan Pabrik Baterai Mobil Listrik di Karawang, Luhut: Visi yang Jadi Kenyataan

Luhut mengatakan peresmian pabrik baterai mobil listrik yang diklaim sebagai pabrik terbesar se-Asia Tenggara itu menandai era baru Indonesia.


Jokowi Resmikan PT HLI Green Power Karawang, Pabrik Baterai EV Terbesar di Asia Tenggara

11 hari lalu

Presiden Joko Widodo atau Jokowi usai meresmikan PT Hyundai LG Industry (HLI) Green Power di Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu, 3 Juli 2024. TEMPO/Daniel A. Fajri
Jokowi Resmikan PT HLI Green Power Karawang, Pabrik Baterai EV Terbesar di Asia Tenggara

Presiden Jokowi mengklaim peresmian PT HLI Green Power sebagai tonggak baru bagi Indonesia pemain global untuk mobil listrik.


Sebaran SPKLU di 75 Titik, Yogyakarta dan Jawa Tengah Target Pasar Mobil Listrik

13 hari lalu

SPKLU di Jalan Tol Jawa Tengah. (Foto: PLN)
Sebaran SPKLU di 75 Titik, Yogyakarta dan Jawa Tengah Target Pasar Mobil Listrik

Keberadaan SPKLU di sejumlah daerah dinilai kalangan produsen otomotif turut mempengaruhi sasaran target pasar mobil listrik.


BASF Batal Investasi US$ 2,6 Miliar, Menteri Bahlil: Bukan Dicabut tapi Ditunda

17 hari lalu

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia saat ditemui usai melaksanakan Salat Idulfitri 1445 Hijriah di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. TEMPO/Adinda Jasmine
BASF Batal Investasi US$ 2,6 Miliar, Menteri Bahlil: Bukan Dicabut tapi Ditunda

Menteri Bahlil Lahadalia membantah BASF dan Eramet mencabut rencana investasi pemurnian nikel di Indonesia senilai US$ 2,6 miliar dibatalkan.


Sebabkan Kebakaran di Korea Selatan, Ada Bahaya di Balik Baterai Lithium

18 hari lalu

Seorang petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi pabrik baterai yang terbakar di Hwaseong, Korea Selatan, 24 Juni 2024. REUTERS/Kim Hong-ji
Sebabkan Kebakaran di Korea Selatan, Ada Bahaya di Balik Baterai Lithium

Pabrik Baterai Lithium Aricell terbakar di Korea Selatan. Berikut penjelasan bahaya penggunaan baterai lithium


Kebakaran Pabrik Baterai Lithium di Korea Selatan Tewaskan 20 Pekerja, Jenis Baterai Apakah Ini?

18 hari lalu

Petugas pemadam kebakaran bekerja di lokasi pabrik baterai yang terbakar di Hwaseong, Korea Selatan, 24 Juni 2024. REUTERS/Kim Hong-ji
Kebakaran Pabrik Baterai Lithium di Korea Selatan Tewaskan 20 Pekerja, Jenis Baterai Apakah Ini?

Insiden kebakaran pabrik baterai lithium Aricell di Korea Selatan menewaskan 20 pekerja. Apa itu baterai lithium?


Luhut: Soal One China Policy hingga Komentar tentang Anggaran Makan Siang Gratis

23 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ketika ditemui di Bandara VVIP IKN pada Selasa, 7 Mei 2024. Luhut datang ke IKN hari ini untuk membahas penyelesaian permasalahan lahan di IKN yang belum clear bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. TEMPO/Riri Rahayu
Luhut: Soal One China Policy hingga Komentar tentang Anggaran Makan Siang Gratis

Luhut mengungkapkan anggaran untuk program makan siang gratis Prabowo-Gibran dimulai dari Rp20 triliun