Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Polisi Bagikan Helm dan Voucher Servis untuk Pemotor Tertib Lalu Lintas di Jakbar

Reporter

image-gnews
Petugas Kepolisian melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor dalam Operasi Patuh Jaya 2021 di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin, 20 September 2021. TEMPO/Daniel Christian D.E
Petugas Kepolisian melakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor dalam Operasi Patuh Jaya 2021 di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jakarta Selatan, Senin, 20 September 2021. TEMPO/Daniel Christian D.E
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Jakarta membagikan helm dan voucher service kendaraan bagi pengendara roda dua yang tertib lalu lintas, Jumat, 21 Juli 2023. Kegiatan pembagian helm dan voucher itu dilakukan saat Satlantas Polres Jakarta Barat menggelar Operasi Patuh Jaya di kawasan lampu merah Tomang dan Lampu Merah Slipi, Jakarta Barat.

“Jadi tadi itu kami bagi-bagi helm bagi pengendara yang sudah tertib dan patuh berlalu lintas,” kata Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Barat Kompol Maulana Kali Karepesina dikutip dari Polri.go.id, Sabtu, 22 Juli 2023.

Maulana menyebut, pemberian helm gratis berstandar SNI ini diperuntukkan bagi pengendara yang taat berlalulintas. Sebelum diberikan secara gratis, polisi memeriksaan kelengkapan baik kendaraan maupun pengemudi.

Polisi menyiapkan 30 helm berstandar SNI diberikan secara gratis kepada pengendara. Adapun kegiatan pembagiam helm tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda yakni di lampu merah Tomang dan lampu merah Grogol, Jakarta Barat.

“Ada sekitar 30 helm kita bagikan. Kami periksa dari membawa surat-surat, kemudian kelengkapan kendaraannya dari spion kemudian helm yang ber SNI, nah itu kami memberikan helm,” kata Maulana.

Selain helm, pihaknya juga memberikan sebanyak 50 voucher service motor kepada pengendara yang telah tertib berlalulintas. Pengendara juga diberikan brosur terkait informasi kegiatan Operasi Patuh Jaya 2023.

“Ya jadi itu kami bersama rekan-rekan dari Jasaraharja, jadi kami bagi kendaraan yang taat pajak, jadi di cek STNK nya, pembayaran pajaknya bagus, itu diberikan voucher untuk servis kendaraan. Tadi ada sekitar 50 voucher dibagikan sama Jasa Raharja,” jelas dia.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Adapun, kegiatan Operasi Patuh Jaya 2023 digelar sejak tanggal 10-23 Juli 2023. Operasi dilakukan di beberapa titik di wilayah Jakarta Barat, seperti di Lampu merah Tomang dan di lampu merah Slipi.

Maulana kembali menyebut, dalam kegiatan Operasi Patuh Jaya tersebut pihaknya melakukan penindakan terhadap pengendara yang melanggar aturan lalu lintas sekaligus memberikan edukasi dan imbauan.

Pilihan EditorSampai Kapan Operasi Patuh Jaya 2023? Cek Jadwalnya di Sini

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di grup Telegram GoOto.


Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Anggota Polda Kalimantan Tengah yang Tembak Mati Warga Hanya Divonis 10 Bulan

1 hari lalu

Ilustrasi penembakan. annahar.com
Anggota Polda Kalimantan Tengah yang Tembak Mati Warga Hanya Divonis 10 Bulan

Pengadilan Negeri Palangka Raya menjatuhkan vonis 10 bulan penjara kepada Inspektur Satu ATW yang tembak mati warga Desa Bangka, Kabupaten Seruyan.


Judi Online Jadi Pemicu Pembakaran Polisi, OJK dan Kominfo Mati-matian Membasminya

2 hari lalu

Ilustrasi judi online.
Judi Online Jadi Pemicu Pembakaran Polisi, OJK dan Kominfo Mati-matian Membasminya

Meski pemerintah dan OJK berjuang memberantasnya, judi online makin meraja lela dan berdampak sangat buruk pada masyarakat.


Terkini: Serikat Pekerja akan Unjuk Rasa Nasional 27 Juni 2024 Desak Tapera Dibatalkan, Kementerian BUMN Uji Coba Kerja 4 Hari Sepekan

2 hari lalu

Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja se-Jabodetabek saat melakukan aksi unjuk rasa menolak Tapera di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta, Kamis 6 Juni 2024. Dalam aksinya buruh juga menyerukan penolakan terhadap Uang Kuliah Tunggal (UKT) Mahal, KRIS BPJS Kesehatan, Omnibuslaw UU Cipta Kerja, Hapus OutSourching dan Upah Murah (HOSTUM). TEMPO/Subekti.
Terkini: Serikat Pekerja akan Unjuk Rasa Nasional 27 Juni 2024 Desak Tapera Dibatalkan, Kementerian BUMN Uji Coba Kerja 4 Hari Sepekan

Federasi Serikat Pekerja (FSP) Logam Elektronik dan Mesin (LEM/SPSI) akan menggelar unjuk rasa secara nasional menuntut Tapera dibatalkan.


Segini Gaji dan Tunjangan Briptu RDW yang Dibakar Istri Karena Judi Online

2 hari lalu

Anggota Polres Jombang Briptu Rian Dwi Wicaksono yang meninggal dunia akibat dibakar istrinya yang juga anggota Polwan. ANTARA/HO-Polres Jombang
Segini Gaji dan Tunjangan Briptu RDW yang Dibakar Istri Karena Judi Online

Berapa perkiraan gaji dan tunjangan Briptu RDW yang dibakar istrinya karena kecanduan judi online? Simak lengkapnya berikut ini.


Polwan Bakar Suami karena Judi Online, Ini 5 Bahaya Judi Online

2 hari lalu

Ilustrasi Judi Online (Tempo)
Polwan Bakar Suami karena Judi Online, Ini 5 Bahaya Judi Online

Selain menyebabkan konflik dalam keluarga, judi online membawa dampak buruk bagi individu atau masyarakat.


Terkini: Jokowi Beli Sapi Milik Polisi Rp 100 Juta, Deretan Masalah Pembangunan IKN Temuan BPK

2 hari lalu

Sapi jenis PO dengan berat hampir satu ton milik peternak dari Kelurahan Wonolelo, Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dibeli Presiden Jokowi untuk hewan kurban Idul Adha 1445/2024. ANTARA/Hery Sidik
Terkini: Jokowi Beli Sapi Milik Polisi Rp 100 Juta, Deretan Masalah Pembangunan IKN Temuan BPK

Berita terkini: Presiden Jokowi membeli sapi milik polisi di Bantul Rp 100 juta. Deretan masalah pembangunan IKN berdasarkan temuan BPK.


Sapi Milik Polisi Bantul Dibeli Jokowi Rp 100 Juta untuk Idul Adha

2 hari lalu

Sapi jenis PO dengan berat hampir satu ton milik peternak dari Kelurahan Wonolelo, Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dibeli Presiden Jokowi untuk hewan kurban Idul Adha 1445/2024. ANTARA/Hery Sidik
Sapi Milik Polisi Bantul Dibeli Jokowi Rp 100 Juta untuk Idul Adha

Presiden Jokowi membeli sapi seharga Rp 100 juta untuk disembelih pada perayaan Idul Adha 1445 Hijriah dari peternak sapi di wilayah Yogyakarta


Candu Judi Online yang Sebabkan Polwan Bakar Suaminya Sesama Polisi di Mojokerto

3 hari lalu

Kantor Polres Mojokerto, Jawa Timur. Dok: Polres Mojokerto.
Candu Judi Online yang Sebabkan Polwan Bakar Suaminya Sesama Polisi di Mojokerto

Polda Jatim menyatakan polwan yang membakar suaminya sesama polisi karena jengkel uang belanja habis buat pasang judi online.


Inilah 4 Jenis Kecelakaan Lalu Lintas yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

3 hari lalu

Ilustrasi BPJS Kesehatan. TEMPO/Tony Hartawan
Inilah 4 Jenis Kecelakaan Lalu Lintas yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

BPJS Kesehatan di Indonesia memiliki beberapa pengecualian dalam layanan yang ditanggungnya, termasuk untuk kasus kecelakaan lalu lintas.


Pengacara Pegi Setiawan Minta Gelar Perkara Khusus di Kasus Vina Cirebon, Ini Aturannya

4 hari lalu

Pegi Setiawan alias Perong tersangka kasus pembunuhan Vina dan Eky Cirebon saat konferensi pers di Polda Jawa Barat di Bandung, 26 Mei 2024. Polda Jawa Barat mengubah pernyataan soal jumlah tersangka kasus ini jadi sembilan orang tersangka bukan 11 orang. Polisi juga menghadirkan tersangka PS alias Perong, DPO yang ditangkap belakangan. Saat digelandang kembali ke ruang tahanan tersangka Pegi Setiawan alias Perong membantah tuduhan polisi dan merasa dirinya difitnah dan dijadikan kambing hitam kasus tersebut. TEMPO/Prima mulia
Pengacara Pegi Setiawan Minta Gelar Perkara Khusus di Kasus Vina Cirebon, Ini Aturannya

Bisakah gelar perkara khusus dilakukan untuk mempersoalkan status tersangka terhadap Pegi Setiawan?