Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Toyota Disebut Segera Produksi Massal Baterai Solid-State untuk Mobil Listrik

Reporter

image-gnews
Seseorang pengunjung sedang menyaksikan siaran televisi tentang Toyota Motor Corp di sebuah toko elektronik Tokyo, Jepang. (REUTERS/Toru Hanai)
Seseorang pengunjung sedang menyaksikan siaran televisi tentang Toyota Motor Corp di sebuah toko elektronik Tokyo, Jepang. (REUTERS/Toru Hanai)
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Toyota Motor Jepang akan meluncurkan baterai solid-state secara global untuk kendaraan listrik mereka dalam beberapa tahun ke depan. Rencana peluncuran ini disampaikan Kepala Toyota Kirloskar Motor India, Vikram Gulati, dalam kegiatan Vibrant Gujarat Global Summit di India, Kamis, 11 Januari 2024.

"Kami akan meluncurkan kendaraan listrik dengan baterai solid-state dalam beberapa tahun dari sekarang," kata Gulati seperti dikutip dari Reuters, Jumat, 12 Januari 2024. 

Baterai ini diklaim memiliki daya jelajah lebih jauh dengan pengisian daya lebih cepat dibanding baterai yang saat ini dipasarkan. Baterai solid-state diharapkan mampu membawa Toyota mengimbangi produsen otomotif asal Amerika Serikat, Tesla, dan raksasa otomotif asal Cina, BYD. 

Gulati menambahkan bahwa pengisian daya baterai solid-sate nantinya hanya membutuhkan waktu 10 menit dan memberikan jangkauan berkendara hingga 1.200 km dalam sekali pengisian daya. 

Tahun lalu, Toyota dan Idemitsu Kosan mengumumkan akan bekerja sama untuk mengembangkan dan memproduksi massal baterai solid-state, yang akan dikomersialkan pada tahun 2027 dan 2028, diikuti dengan produksi massal skala penuh.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Mengenai rencana Toyota untuk memproduksi baterai solid-state di India, Gulati mengatakan produsen mobil tersebut memiliki berbagai pilihan teknologi berkelanjutan yang berbeda-beda berdasarkan negara, pasar, dan preferensi pelanggan.

“Saat ini, bagi India, bahan bakar fleksibel dan etanol adalah hal yang mudah,” ujar dia.

Pilihan Editor: Ekspor Mobil Toyota Capai 285 Ribu Unit pada 2023, Turun 3 Persen

Ingin berdiskusi dengan redaksi mengenai artikel di atas? Mari bergabung di membership.tempo.co/komunitas pilih grup GoOto

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

51 menit lalu

Kepala BRIN Laksana Tri Handoko. (Foto: IEMS)
Kepala BRIN Ungkap Tantangan Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik

Kepala BRIN menilai ekosistem kendaraan listrik di dunia, termasuk Indonesia, masih belum matang karena keterbatasan teknologi.


Inilah Tanda-tanda Ponsel Disadap

2 hari lalu

Uji terbatas chatbot Meta AI di versi terbaru aplikasi WhatsApp. Foto : Gsmarena
Inilah Tanda-tanda Ponsel Disadap

Meski sulit dideteksi, ada beberapa cara untuk mengetahui apakah ponsel Anda sedang dipantau oleh peretas.


Amankah Mengisi Baterai Ponsel hingga 100 Persen? Ini Penjelasannya

2 hari lalu

Pengisian baterai HP sambil digunakan dapat membuat HP panas. Berikut ini adalah 6 penyebab HP panas saat dicas beserta cara mengatasinya. Foto: Canva
Amankah Mengisi Baterai Ponsel hingga 100 Persen? Ini Penjelasannya

Idealnya adalah mengisi daya baterai hingga maksimal 80 persen dan biarkan hingga setidaknya 30 persen.


Jokowi Sebut Hanya Kendaraan Listrik yang Boleh Digunakan di IKN

7 hari lalu

Presiden Joko Widodo saat menghadiri Peluncuran Kolaborasi Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik di SPBU MT Haryono, Jakarta, Selasa, 22 Februari 2022. Jokowi berharap melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik dari hulu ke hilir tersebut, Indonesia dapat menjadi produsen kendaraan listrik. Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jokowi Sebut Hanya Kendaraan Listrik yang Boleh Digunakan di IKN

Jokowi optimistis indeks kualitas udara di ibu kota baru bisa mencapai angka 0.


Soal Komitmen Transisi Energi RI-Jepang, Airlangga Sebut Sudah Ada Roadmap EV Toyota dan Mitsubishi

17 hari lalu

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Nikkei Forum 29th Future of Asia, Tokyo, Jumat (24/5/2024). ANTARA/Juwita Trisna Rahayu
Soal Komitmen Transisi Energi RI-Jepang, Airlangga Sebut Sudah Ada Roadmap EV Toyota dan Mitsubishi

Menteri Airlangga menyatakan komitmen transisi energi lewat kerja sama pemerintah RI - Jepang terlihat dari roadmap investasi kendaraan listrik.


5 Tips Menjaga Kesehatan Baterai Laptop

18 hari lalu

Ilustrasi pria bekerja di depan laptop. Foto: Freepik.com
5 Tips Menjaga Kesehatan Baterai Laptop

Baterai laptop merupakan salah satu komponen yang mudah rusak jika tidak dirawat dengan benar. Berikut tips menjaga kesehatan baterai laptop.


Terkini: Garuda Minta Harga Tiket Pesawat Naik, Alasan Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia

19 hari lalu

Pesawat Garuda Indonesia Boeing 737-800 NG dengan tema Pikachu Pokemon. garuda-indonesia.com
Terkini: Garuda Minta Harga Tiket Pesawat Naik, Alasan Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia

Berita terkini: Garuda Indonesia minta harga tiket pesawat dinaikkan. Alasan Tesla belum bersedia investasi di Indonesia.


Mengapa Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia?

19 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan bersalaman dengan CEO Tesla Inc. Elon Musk saat berkunjung ke pabrik perakitan kendaraan listrik Tesla Inc, di Austin, Texas, Amerika Serikat, 26 April 2022. Foto/Istimewa
Mengapa Tesla Belum Mau Investasi di Indonesia?

Menteri Luhut mengatakan Tesla belum berinvestasi di Indonesia karena alasan oversupply kendaraan listrik (EV) dari China.


Pemerintah Targetkan 15 Juta Unit Kendaraan Listrik di 2030, Bagaimana Infrastruktur Pengisian Dayanya?

19 hari lalu

Baterai lithium untuk kendaraan listrik. REUTERS
Pemerintah Targetkan 15 Juta Unit Kendaraan Listrik di 2030, Bagaimana Infrastruktur Pengisian Dayanya?

Pemerintah menargetkan pengembangan sebanyak 2 juta unit kendaraan listrik roda empat dan 13 juta unit kendaraan listrik roda dua pada 2030 mendatang.


Indonesia-Korea Selatan Bahas Kerja Sama Genjot Kendaraan Listrik hingga Teknologi Nuklir

20 hari lalu

Indonesia-Korea Selatan Bahas Kerja Sama Genjot Kendaraan Listrik hingga Teknologi Nuklir

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kerja sama bilateral Indonesia dan Korea Selatan akan digenjot.