Kamis, 20 September 2018

3 Bahaya Pengendara Sepeda Motor Modifikasi Pakai Ban Cacing

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pertamax Motorsport Kejurnas Drag Bike 2017. (Pertamax Motorsport)

    Pertamax Motorsport Kejurnas Drag Bike 2017. (Pertamax Motorsport)

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kalangan generasi milenial memodifikasi sepeda motornya menggunakan ban kecil yang lebih dikenal ban cacing. Ban cacing adalah ban yang digunakan untuk drag atau balap lempeng dengan profil ban yang tipis dan ringan. Mereka menggunakan ban cacing untuk digunakan sehari-hari. Lantas dampak apa yang akan terjadi? 

    Mekanik bengkel Proban Motoparts Endoy, mengatakan dampaknya akan dirasakan saat pengendara motor yang menggunakan ban cacing melewati jalan rusak atau berlobang.

    Baca: 2 Cara Mengetahui Karet Ban Sepeda Motor Telah Kadaluarsa

    "Lebih riskan, lebih rentan, sering bocor kena lubang, karena bannya kecil, tipis, kadang yang langsung kena pelek-nya peyang, jadi harus hati-hati di jalanan," ujarnya saat ditemui Tempo, di Jalan Buaran No. 6 Blok L, Duren Sawit, Klender, Jakarta Timur, Rabu 11 Oktober 2017.

    Tipe pengendara yang menggunakan ban cacing ini dikatakan Aldrin rata-rata memang lebih ingin memperlihatkan tampilan modifikasi sepeda motor, juga tidak suka jalan berbelok-belok.

    Baca: Simak Untung Rugi Bore Up Mesin Motor Matic

    "Misalnya dia ngejar modifikasi bergaya Thai look, dari Thailand kiblatnya, kalau di sana kan kurus-kurus, jari-jari kecil gitu, dan memang biasanya untuk berlomba di jalan lurus, enggak demen nikung-nikung," tuturnya,

    "Karena kalau buat belok dia tapak-nya kan sedikit sekali, tipis, sudut dia beloknya minim lah istilahnya."

    GRANDY AJI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Memecahkan Rekor Dunia di Berlin Marathon

    Eliud Kipchoge, pelari Kenya, memecahkan rekor dunia marathon dengan waktu 2 jam 1 menit dan 39 dalam di Marathon. Menggulingkan rekor Dennis Kimetto.