Minggu, 27 Mei 2018

Honda Recall 900 Ribu Unit Odyssey 2011-2017, Inilah Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda memperkenalkan All New Honda Odyssey di North American International Auto Show (NAIAS), Detroit, Michigan, Amerika Serika, 10 Januari 2017. Honda Motor Corp.

    Honda memperkenalkan All New Honda Odyssey di North American International Auto Show (NAIAS), Detroit, Michigan, Amerika Serika, 10 Januari 2017. Honda Motor Corp.

    TEMPO.CO, JakartaHonda Motor Co mengatakan pihaknya akan menarik secara massal atau me-recall sekitar 900 ribu unit mobil serbaguna (multi-purpose vehicle/MPV). Sebab, kursi baris kedua sulit diatur maju dan mundur, seperti dikutip dari Reuters, Minggu, 19 November 2017.

    Pabrikan asal Jepang tersebut mengatakan kebijakan ini mencakup Honda Odyssey produksi 2011-2017. Dilaporkan sudah ada 46 kejadian terkait dengan hal tersebut, yang menyebabkan luka ringan.

    Baca: Penjualan Mobil Oktober: Honda Brio Satya Paling Laku

    Honda mengatakan pihaknya sedang mengerjakan daftar perbaikan untuk masalah ini. Sejauh ini, Honda sudah membuat lembar instruksi yang terperinci untuk memastikan kursi baris kedua benar-benar terkunci saat maju dan mundur.

    Hingga berita ini ditulis, belum disebutkan secara rinci wilayah penjualan Odyssey yang bermasalah. Honda baru menyebutkan sekitar 2.000 unit berada di Amerika Utara. Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari PT Honda Prospect Motor (HPM), agen pemegang merek Honda di Indonesia. 

    Baca: Keuntungan Honda Naik 2,8 Persen, Inilah 3 Mobil Penyumbangnya

    Adapun untuk Indonesia, populasi Honda Odyssey tidak begitu banyak dibandingkan dengan model lain di kelas ini. Mobil yang tergolong MPV mewah di Indonesia dan didatangkan secara utuh dari Jepang atau completely built-up (CBU) ini berkontribusi 3,87 persen terhadap pasar upper MPV.

    Honda Odyssey bersaing dengan Toyota Alphard dan Vellfire, Nissan Serena, Mazda Biante, serta Hyundai H-1. Toyota menguasai kelas ini, dengan pangsa pasar Alphard dan Vellfire sebesar 49,90 persen jika digabungkan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Dua Pendaki Mahasiswi Univesitas Parahyangan Gapai Seven Summits

    Pada 17 Mei 2018, dua mahasiswi Universitas Parahyangan, Bandung, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, menyelesaikan Seven Summits.