BMW Siapkan Rp 3,2 Triliun untuk Pengembangan Sel Baterai

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Seorang karyawan memegang logo BMW untuk dipasang pada skuter BMW C Evolution di pabrik sepeda motor BMW di Berlin, Jerman, 23 Februari 2015. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen mobil mewah Jerman, BMW, akan menginvestasikan dana 200 juta euro (sekitar Rp 3,2 triliun) untuk mengembangkan dan memproduksi sel baterai mobil listrik di pusat pengembangan terbaru mereka dalam empat tahun ke depan.

    "Dengan memproduksi prototipe sel baterai, kami dapat menganalisis dan memahami sepenuhnya proses menciptakan sel," kata seorang pimpinan BMW, Oliver Zipse, dalam pernyataan yang dilansir Reuters, Sabtu, 25 November 2017.

    Baca: BMW Rancang Jalan Khusus untuk Mobil Listrik

    "Dengan keahlian membangun dan mencetak ini, kami bisa menjadi pemasok potensial untuk memproduksi sel baterai sesuai dengan spesifikasi kami," ucap Zipse.

    "Pengetahuan yang kami punya sangat penting, terlepas dari apakah kami akan memproduksi sel baterai itu sendiri, atau tidak," tuturnya.

    Simak: Januari-Oktober: Penjualan Mobil Mercedes-Benz dan BMW Naik

    BMW menjelaskan, pusat analisis dan pengembangan itu akan dibuka pada awal 2019.

    Sebelumnya, dilansir AFP, CEO BMW Harald Kruger mengatakan pihaknya akan terus menghabiskan banyak riset dan model baru pada kuartal keempat 2017.

    Namun ia memperingatkan "lingkungan yang bergejolak secara politis" di seluruh dunia dapat mempengaruhi penjualan setelah performa mereka di bawah ekspektasi pada kuartal ketiga 2017.


  • BMW
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.