Viar Serahkan 60 Motor Listrik ke PLN

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mencoba mengendarai motor listrik Viar. Sumber: bisnis.com

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mencoba mengendarai motor listrik Viar. Sumber: bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Produsen sepeda motor PT Triangle Motorindo menyerahkan 60 unit sepeda motor listrik Viar Q1 kepada perusahaan pelat merah, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Disjaya.

    Direktur Utama PT Kencana Laju Mandiri Djoko Mulyanto mengatakan PT Triangle Motorindo dan PT Kencana Laju Mandiri berterima kasih atas dukungan yang diberikan PLN terhadap hadirnya skuter listrik ini.

    Baca: Menteri Jonan: Motor Listrik Lebih Murah dari Mesin Bensin

    "Semoga unit-unit ini dapat berguna dan membantu operasional PLN Disjaya. Kami akan terus berkomunikasi dengan PLN Disjaya untuk meminta masukan agar dapat menyempurnakan skuter listrik kami," kata Djoko di Jakarta, Senin, 27 November 2017.

    Produk yang diserahkan ini merupakan model terbaru yang mengalami beberapa perubahan, seperti handle grip dengan model baru yang semakin nyaman, serta shock breaker depan dan belakang yang didesain lebih empuk.

    Simak: Viar Akan Gandeng PLN Sediakan SPLU Motor Listrik

    Perubahan lain adalah baterai yang dapat dilepas sehingga proses pengisian daya dapat dilakukan secara terpisah dari kendaraan.

    General Manager PLN Disjaya Ikhsan Asaad menambahkan, pengadaan ini merupakan langkah nyata perseroan merealisasi program langit biru Jakarta, di mana targetnya adalah Jakarta bebas polusi.

    "Jakarta sebagai Ibu Kota itu bisa menggunakan kendaraan listrik yang mendorong bebas polusi. Kami berupaya terus mendorong penggunaan listrik," ujarnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.