Penjualan Sepeda Motor Januari-November Capai 5,47 Juta Unit

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Model berpose dengan motor Honda Scoopy PGM-FI di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Fitur unggulan skuter matik ini adalah penggunaan projector headlight yang merupakan terobosan pertama di segmen skutik. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Model berpose dengan motor Honda Scoopy PGM-FI di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (6/2). Fitur unggulan skuter matik ini adalah penggunaan projector headlight yang merupakan terobosan pertama di segmen skutik. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Dominasi sepeda motor merek Honda di pasar sepeda motor nasional hampir dipastikan masih sulit tergoyahkan pada tahun ini. Sampai dengan November lalu, Honda sudah mengantongi total penjualan 4,10 juta unit.

    Pencapaian itu mencakup sekitar 75 persen pasar sepeda motor nasional yang total penjualannya 5,47 juta unit.

    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), merek Yamaha menguntit di posisi ke-2 dengan total penjualan selama periode Januari-November sebanyak 1,22 juta unit. Kedua merek ini secara tradisional bersaing ketat di pasar sepeda motor nasional selama beberapa tahun terakhir. 

    Baca: Penjualan Sepeda Motor Suzuki dan Yamaha Naik, Honda Turun

    Berada di posisi berikutnya adalah Kawasaki dengan total penjualan 73.184 unit, kemudian disusul Suzuki yang selama setahun terakhir cukup gencar melahirkan produk-produk terbaru dengan total penjualan 68.893 unit. 

    Simak: Penjualan Sepeda Motor Naik 1 Persen, Pertumbuhan Tersendat

    Posisi terakhir ditempati oleh merek sepeda motor asal India, TVS, dengan perolehan penjualan 1.138 unit. 

    Pada 2016, Honda juga menjadi market leader dengan membukukan penjualan 4,38 juta unit atau 74 persen dari total penjualan sepeda motor secara nasional 5,93 juta unit. Kemudian disusul Yamaha dengan 1,39 juta unit, setelahnya berturut-turut Kawasaki 97.622 unit, Suzuki 56.824 unit, TVS 1.873 unit.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.