Incar Penjualan Terbesar Ke-2 di Dunia, Ini Strategi Mitsubishi

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 160 ribu per tahun. Mitsubishi Xpander ditargetkan diproduksi sebanyak 5.000 unit per bulan. 3 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Pabrik ini memiliki kapasitas produksi hingga 160 ribu per tahun. Mitsubishi Xpander ditargetkan diproduksi sebanyak 5.000 unit per bulan. 3 Oktober 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mitsubishi Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mengumumkan targetnya di tahun 2018. MMKSI mematok angka 140 ribu unit penjualan di tahun ini.

    Menurut Presiden Direktur MMKSI, Kyoya Kondo, jika target penjualan tersebut dapat dipenuhi, maka mereka akan berkontribusi besar bagi penjualan Mitsubishi Motors Corporation (MMC).

    Baca: Mitsubishi Jual 79.669 Unit Sepanjang 2017, Ini Mobil Terlarisnya

    "Kita tidak ada target untuk menjadi member MMC dengan penjualan terbesar di dunia. Tapi jika kita mampu mencapai target penjualan 140 ribu unit di tahun ini. Maka, kontribusi kami akan menjadi yang terbesar ke-2 di dunia," Kata Kondo di acara Media Gathering Mitsubishi pada Kamis, 15 Februari 2018.

    Untuk mencapai target penjualan tersebut, Mitsubishi memiliki beberapa strategi di antaranya meluncurkan dua produk baru yaitu Pajero Sport Limited Edition dan varian baru Triton Athlete.

    Simak: Penjualan Mitsubishi Xpander Nyaris Salip Toyota Avanza

    Selain itu Mitsubishi juga akan mengembangkan dealer khusus kendaraan penumpang mereka menjadi 143 diler yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Mitsubishi juga akan meningkatkan produksi MPV andalan mereka, Mitsubishi Xpander, hingga 10 ribu unit perbulan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.