Mitsubishi Genjot Produksi Xpander, Masa Inden Jadi 3 Bulan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mitsubishi Xpander saat melintas di jalan tol Tangerang-Merak, Selasa, 21 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Mitsubishi Xpander saat melintas di jalan tol Tangerang-Merak, Selasa, 21 November 2017. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) telah menetapkan target yang ambisius penjualan Mitsubishi Xpander bisa tembus 30 persen. Target ini berdasarkan angka penjualan Mitsubishi Xpander pada Januari 2018 bisa mendekati pemimpin pasar segmen Low MPV yaitu Toyota Avanza, sama-sama menembus angka 7.000-an unit.

    "Setidaknya tutup fiskal tahun ini pangsa pasar Mitsubishi Xpander mencapai 30 persen," kata Kepala Pemasaran dan Penjualan Grup MMKSI Imam Choeru Cahya di Solo, Jawa Tengah, Senin 5 Maret 2018.

    Baca: Begini Proses Produksi Mitsubishi Xpander di Pabrik Cikarang

    Untuk mengejar target tersebut, Mitsubishi akan mengenjot produksi Xpander di pabrik yang semula hanya 5.000 unit per bulan kini menjadi 10.000 unit per bulan atau naik dua kali lipat. Hal ini juga salah satu upaya Mitsubishi untuk menekan waktu tunggu pengiriman kendaraan para pemesan. "Bahkan pihak prinsipal (Mitsubishi Motors Corp) bersedia menunda ekspor guna memenuhi pesanan Xpander di dalam negeri," katanya.

    Untuk pembelian Mitsubishi Xpander saat ini, Imam memperkirakan masa tunggu pengiriman (indent) mencapai 3-4 bulan. Rencana awal Mitsubishi Indonesia memulai ekspor pada kuartal pertama 2018 ke sejumlah negara di Asean, namun karena permintaan yang di atas perkiraan, maka ekspor akan dilakukan pada kuartal II. "Ekspor akan dilakukan pada April atau Mei," ujar Imam.

    Baca: Ini Alasan Filipina jadi Negara Pertama Ekspor Mitsubishi Xpander

    Rencananya pada kuartal ke II itu, Mitsubishi Indonesia akan ekspor Mitsubishi Xpander ke Filipina, karena kendaraaan global Mitsubishi itu telah diperkenalkan di negara tersebut pada pekan lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.