Yamaha Tmax DX Lebih Mahal dari Honda HR-V, Ini Spesifikasinya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • YIMM merilis Yamaha Tmax DX 2018 dan segera dikirimkan ke konsumen hari ini. Tempo/Wawan Priyanto

    YIMM merilis Yamaha Tmax DX 2018 dan segera dikirimkan ke konsumen hari ini. Tempo/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing menyerahkan skuter matik Yamaha Tmax DX ke konsumen mulai 24 Maret 2018. Sepeda motor bongsor yang dijual dengan harga Rp 299,9 juta ini memiliki sejumlah fitur unggulan. Harga ini sedikit lebih mahal dari Honda HR-V yang dipasarkan dengan harga Rp 283,5 juta untuk tipe bertransmisi CVT.

    Technical Education PT YIMM Agus Dimas Saputra menjelaskan bahwa Yamaha Tmax DX merupakan skutik pertama Yamaha yang menggunakan Yamaha Chip Controlled Throttle (YCC-T).

    “Yamaha Tmax DX mengalami perubahan pada kerangka bodi yang lebih ringan, performa yang lebih baik, pengalaman berkendara, serta kenyamanan lebih maksimal,” kata Agus di sela-sela penyerahan perdana Yamaha Tmax DX kepada konsumen di Yamaha Flagship Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu, 24 Maret 2018.

    Baca: Yamaha Tmax DX Mulai Diserahkan ke Konsumen, Ini Harganya

    Agus menjelaskan Yamaha Tmax DX dilengkapi sejumlah fitur unggulan yang merupakan penyempurnaan dari model sebelumnya. Di antaranya adalah cruise control, traction control system, Yamaha D Mode, dan e-adjustable windscreen.

    YIMM merilis Yamaha Tmax DX 2018 dan segera dikirimkan ke konsumen hari ini. Tempo/Wawan Priyanto

    Cruise control memungkinkan kecepatan jelajan konstan pada rentang 50-140 kilometer per jam yang membuat berkendara jarak jauh lebih menyenangkan. Fitur ini dapat dioperasikan melalui sebuah tombol di sisi kiri stang.

    “Fitur ini berguna sekali bagi mereka yang gemar touring jarak jauh. Motor dapat melaju stabil tanpa perlu menarik tuas gas,” ujarnya.

    Yamaha Tmax DX dibekali mesin berkapasitas 530 cc. Motor skuter matik bongsor ini didatangkan langsung secara CBU dari Jepang. Model ini diserahkan ke konsumen pertama di Indonesia pada 24 Maret 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Fitur selanjutnya adalah traction control system yang mampu mengurangi risiko ban belakang slip di segala situasi permukaan jalan pada saat akselerasi. Sementara itu, fitur Yamaha D Mode memberikan pilihan pengendara untuk melaju dalam mode berkendara T Mode atau S Mode. “T Mode untuk berkendara dengan gaya lebih santai dan halus. Sedangkan S Mode untuk sporty riding atau mode sport,” tuturnya.

    Simak: 150 Unit Yamaha Tmax DX Tahun Ini Akan Dikapalkan ke Indonesia

    Fitur lain yang disorot Agus adalah e-adjustable windscreen. Fitur ini membuat ketinggian kaca depan Yamaha Tmax DX dapat disesuaikan secara elektronik sesuai dengan kebutuhan pengendara. Posisi terendah adalah 1.420 mm dan tertinggi 1.555 mm.

    YIMM merilis Yamaha Tmax DX 2018 dan segera dikirimkan ke konsumen hari ini. Tempo/Wawan Priyanto

    Yamaha Tmax DX yang menjadi pesaing Honda X-ADV ini dibekali mesin Forward-inclined Parallel 2 Silinder 4 katub, DOHC berkapasitas 530cc. Mesin motor bongsor ini menghasilkan tenaga sebesar 33,kW pada 6.750 rpm dan torsi 53 Nm pada 5.250 rpm.

    Deputy General Manager PT YIMM Eddy Ang mengatakan bahwa Yamaha Indonesia saat ini mendapatkan alokasi sebanyak 60 unit Yamaha Tmax DX (batch pertama) yang didatangkan langsung dari Jepang secara Completely Build Up. Model ini mulai masuk pada Februari 2018. Dari angka itu, 40 unit telah dipesan konsumen. “Market skutik bongsor premium ini memang tidak besar, tapi kami menyediakannya untuk konsumen loyal,” kata Eddy.

    Menurut Eddy, Yamaha Indonesia saat ini telah meminta tambahan kuota Yamaha Tmax DX karena diyakini skutik ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. YIMM telah mengajukan sebanyak 150 unit Yamaha Tmax DX untuk batch kedua yang diperkirakan akan tiba pada akhir 2018 atau awal 2019.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.