All New Suzuki Ertiga Diproduksi di Cikarang

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Suzuki Indomobil Motor mulai memproduksi All New Suzuki Ertiga di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jumat, 20 April 2018. Dok Suzuki

    PT Suzuki Indomobil Motor mulai memproduksi All New Suzuki Ertiga di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jumat, 20 April 2018. Dok Suzuki

    TEMPO.CO, Jakarta - All New Suzuki Ertiga diluncurkan untuk pertama kalinya di dunia (world premiere) di pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS 2018), Kamis, 19 April 2018. Suzuki Indonesia langsung memproduksinya di Pabrik Cikarang, Bekasi, sehari setelah peluncuran.

    Wakil Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Kazuo Hakamata mengaku sangat bangga dapat mengadakan acara produksi perdana All new Suzuki Ertiga di Pabrik Cikarang sebagai tanda permulaan produksi.

    Baca: All New Suzuki Ertiga Resmi Meluncur, Ini Spesifikasinya

    "Kami berharap melalui acara ini produk terbaru kami bisa diterima oleh masyarakat Indonesia," kata Hakamata dalam keterangan resmi, Sabtu, 21 April 2018.

    Pabrik Canggih

    Suzuki Indonesia memiliki pabrik perakitan yang berlokasi di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Pabrik yang berada di bawah bendera PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) ini berdiri di atas lahan seluas 130,7 hektare. Lokasinya persis di seberang pabrik Wuling Motors.

    General Manager Strategic Planning Departement PT Suzuki Indomobil Motor, Ryohei Uchiki, mengatakan bahwa pabrik Suzuki di Indonesia merupakan yang terbaru di antara pabrik-pabrik Suzuki global.

    Suzuki mengklaim bahwa 90 persen operasional pabrik Suzuki di Cikarang menggunakan teknologi robotik canggih.

    “Karena itu, pabrik Suzuki di Cikarang dilengkapi dengan teknologi canggih, lebih canggih dibanding pabrik Suzuki di Jepang,” kata Uchiki di pabrik Suzuki di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 19 Februari 2018.

    Menurut Uchiki, dalam 10 tahun terkahir, Suzuki mendirikan tiga pabrik yakni Sagara Plant di Jepang (2008), Thai Suzuki Motor Plant, Thailand (2012), dan Suzuki Cikarang Plant, Indonesia (2015).

    Assistant to Dept Body Assambly PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Yudonendito mengatakan bahwa 90 persen operasional pabrik Suzuki di Cikarang menggunakan teknologi robotik canggih. “Penggunaan robotik canggih itu dimaksudkan untuk meningkatkan akurasi atau presisi dalam setiap pekerjaan,” ujarnya.

    Baca: IIMS 2018: Bos SIS Janjikan Harga Suzuki Bakal Mengejutkan

    Saat ini, total sebanyak 217 robot diberdayakan pada proses pengelasan (welding). Pabrik ini juga memiliki fasilitas pencetakan logam atau forging (untuk komponen transmisi) dan seat (jok mobil).

    Pabrik Cikarang didirikan dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk kendaraan roda empat bagi pasar otomotif nasional maupun ekspor. Meski menggunakan teknologi robotik canggih, pabrik Suzuki di Cikarang menyerap 1.290 tenaga kerja. Pabrik ini dibagi dalam dua bangunan dengan dua proses produksi yakni powertrain production dan assembly production.

    90 perkejaan operasional di pabrik Suzuki Cikarang dikerjakan robot canggih. Total terdapat 217 robot untuk memproduksi mobil, mesin, dan transmisi. Meski didominasi robot, pabrik ini menyerap 1.290 pekerja. 19 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Powertrain production memiliki luas bangunan 35.200 meter per segi dengan jumlah karyawan 570 orang. Bagian ini bertanggung jawab terhadap produksi mesin (casting, machining, assembling), dan transmisi (casting, forging, machining, dan assembling).

    Sedangkan assembly production berada di gedung dengan luas bangunan mencapai 71.050 meter per segi. Bagian ini mempekerjakan 720 orang. Aktivitas di bagian ini meliputi pressing, welding, painting body, resin, seat, assembling, dan final inspection.

    Pabrik Suzuki Cikarang saat ini memiliki kapasitas produksi sebanyak 120 ribu per tahun untuk perakitan mobil, 71 ribu unit per tahun (mesin) dan 176 ribu unit per tahun (transmisi).

    Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan perakitan mobil Suzuki Ertiga di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Senin 19 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Saat ini pabrik Suzuki Cikarang digunakan untuk memproduksi mobil New Suzuki Ertiga seluruh tipe untuk pasar domestik dan mesin New Ertiga (K14B berkapasitas 1.400cc), dan Karimun Wagon R (K10B berkapasitas 1.000cc), serta transmisi kendaraan roda empat. “Pabrik ini di masa mendatang juga akan memproduksi mobil-mobil baru Suzuki,” ujarnya.

    Pabrik ini juga dilengkapi dengan fasilitas high way test track untuk menguji produk mobil yang telah keluar dari proses final inspection.

    Baca: Pakai Mesin 1.500cc, Harga Suzuki Ertiga Naik Rp 9 Juta

    Dari pabrik di Cikarang, Suzuki Indonesia telah mengekspor12.196 unit minibus New Ertiga ke 25 negara di Asia, Oseania, Amerika Selatan, dan Karibia dalam bentuk utuh (Complitely Build Up/ CBU). Mesin dan transmisi buatan pabrik ini juga diekspor ke Thailand, Pakistan, Malaysia dan India.

    Target Penjualan

    Suzuki Ertiga terbaru kini memiliki dimensi yang lebih bongsor dibanding model sebelumnya, sedikit di bawah Mitsubishi Xpander. Panjang Ertiga terbaru bertambah 130 mm, sedangkan bodinya juga melebar 40 mm. Penambahan dimensi ini berdampak pada ruang kabin yang semakin luas.

    Hal menarik lainnya adalah All New Suzuki Ertiga dibekali dengan mesin bensin 1.5L empat silinder 16 katup dengan kode K15B. Mesin berkubikasi 1.462 cc ini mampu menghasilkan tenaga 77 kW pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 138 Nm pada 4.400 rpm.

    Mobil keluaran terbaru All New Ertiga saat dipamerkan pada Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 20 April 2018. All New Suzuki Ertiga ini menggunakan platform HEARTECT generasi terbaru dan bodi yang lebih panjang 130 mm diklaim menciptakan ruang bagasi lebih lapang dibanding model sebelumnya. Tempo/Tony Hartawan

    Model yang diluncurkan di pameran otomotif IISM 2018, 19 April 2018, itu ditargetkan laku sebanyak 5.000 unit per bulan. “Kami optimistis target 5.000 unit dapat tercapai,” kata Rendy Pratama Liewaputra, Group Head Strategic Planing Brand 4 W PT SIS di Kemayoran, Jakarta, Jumat, 20 April 2018.

    Head Of 4W Brand Development & Marketing Research SIS Harold Donnel menambahkan bahwa target sebesar 5.000 unit per bulan itu meningkat dibanding pencapaian penjualan rata-rata Suzuki Ertiga selama ini. “Kalau dirata-rata, saat ini penjualan Suzuki Ertiga mencapai 3.000 unit per bulan,” ujarnya.

    Baca: Suzuki Ertiga World Premiere di Indonesia, Ini Kata Mitsubishi

    Harold menambahkan bahwa target sebesar 5.000 unit itu hanya untuk pasar domestik saja. Saat ini, lanjut dia, kapasitas produksi pabrik Suzuki di Cikarang, Bekas, mencapai 10.000 unit per bulan. "Cukup besar untuk memenuhi pasar domestik maupun ekspor," ujarnya. "Pengiriman unit ke konsumen di Indonesia mulai Juni 2018."

    Mobil keluaran terbaru Suzuki, All New Ertiga dipamerkan pada pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, 20 April 2018. Penampilan Suzuki Ertiga terbaru ini benar-benar berubah. Desain eksterior makin dinamis dengan garis tegas dari kap mesin hingga bonet. Tempo/Tony Hartawan

    Menurut Harold, Suzuki Indonesia telah menyiapkan berbagai program untuk memikat konsumen meskipun hingga saat ini harga resmi Suzuki Ertiga terbaru belum diumumkan. Program itu antara lain memberikan hadian spesial bagi konsumen yang melakukan pembelian (pemesanan) Suzuki Ertiga terbaru di IIMS 2018. “Bagi pembeli yang sebelumnya sudah menggunakan Suzuki Ertiga, akan diberikan hadiah tambahan lagi,” ujarnya.

    Suzuki Ertiga merupakan kendaraan yang mengisi segmen Low MPV, berkompetisi dengan Toyota Avanza, Mitsubishi Xpander, Daihatsu Xenia, Honda Mobilio, dan Wuling Confero. Mitsubishi Xpander dan Toyota Avanza merupakan rival terberat Suzuki Ertiga, keduanya mencatat penjualan rata-rata di atas 7.000 unit per bulan dalam dua bulan terakhir. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.