IIMS 2018: Mobil Listrik Ini Sanggup Melaju Sejauh 500 Kilometer

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua mobil listrik hemat daya buatan Tim Apatte 62 Universitas Brawijaya, Malang ikut serta dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 20 April 2018. Tempo/Khory

    Dua mobil listrik hemat daya buatan Tim Apatte 62 Universitas Brawijaya, Malang ikut serta dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, 20 April 2018. Tempo/Khory

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Apatte 62, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya, Malang memamerkan 2 mobil listrik hemat daya di Indonesia International Motor Show atau IIMS 2018. Anggota tim di bidang bodi desain Shanda Ismaya menjelaskan mobil bisa menempuh jarak 500 kilometer.

    "Pengisian daya sekitar 2 jam untuk jenis prototipe hitam dan urban warna putih 1 jam sudah bisa. Bisa menempuh 500 kilometer, karena ini didesain untuk kompetisi hemat energi, didesain seefisien mungkin," kata Shanda di booth mobil listrik, JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jum'at, 20 April 208.

    Selain dari bentuknya, perbedaan kedua mobil memiliki material bodi yang berbeda. Jika dilihat dari warnanya, jenis prototipe berwarna hitam dan urban warna putih.

    Baca: IIMS 2018: Mobil Listrik Arjuna UGM Pakai Baterai Buatan Sendiri

    Warna hitam ini, kata Shadan, adalah material dari bahan carbon fiber salah satu material yang sering dipakai, dan prototipe bodinya 100 persen carbon fiber. Sedangkan jenis urban yang berwarna putih, Shadan berujar bahwa meterialnya lebih maju, menggunakan carbon kevlar yang biasa digunakan di bodi pesawat.

    "Dari hasil tes, jenis prototile bisa mencapai 491 kilometer per kwh, jadi 1 kwh mendekati sampai 500 kilometer dengan berat maksimal 50 kilogran. Dan jenis urban hasilnya 144 kilometer per kwh, berat keseluruhan mencapai 80 kilogram," ujarnya. "Ini sangat efisien."

    Dari segi bodi, kata Shanda, itu diolah dari bahan setengah jadi seperti alumunium, kemudian dari strukturnya disimulasikan dan perhitungkan sendiri dengan bimbingan dosen. Shanda menjelaskan bahwa bahan bodinya beli, mulai dari lembaran-lembaran carbon fiber lalu difabrikasi sendiri.

    Baca: Mobil Listrik Made-in Indonesia di IIMS 2018

    "Namun, yang jenis urban kami bekerja sama dengan PT Dirgantara Indonesia. Desain dari kami hanya, tapi secara keseluruhan kami buat sendiri," kata Shanda.

    Mobil listrik generasi 5 yang dipamerkan di IIMS 2018 ini sudah mendapatkan beberapa prestasi, seperti peringkat 4 dalam acara tingkat internsional Shell Eco Marathon di Singapura tabun 2017. Untuk tingkat nasional sebagai juara 1 prototipe mobil listrik dan urban waktu nasionalnya juara 3 dalam Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.