Senin, 10 Desember 2018

Ford Punya Teknologi Baru untuk Mencegah Tabrakan

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknologi Ford Mencegah Tabrakan. Sumber: auto.ndtv.com

    Teknologi Ford Mencegah Tabrakan. Sumber: auto.ndtv.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ford telah mengajukan paten baru yang menggunakan kamera dan sensor lain untuk membantu kendaraan mendeteksi sepeda motor di antara jalur, menghitung seberapa cepat mereka mendekati dan secara otomatis menghentikan mobil saat berpindah jalur jika sepeda motor terlalu dekat. Ford menyatakan teknologi tersebut akan digunakan dalam mobil masa depan, termasuk dua kamera pada kendaraan, masing-masing dipasang ke sudut belakang kendaraan. Kamera-kamera ini akan berfungsi untuk memantau sepeda motor dan kendaraan roda dua yang berada di sekitar mobil, serta melalui dua jalur kendaraan roda empat.

    Baca: Ford Kembangkan Jendela Pintar untuk Kaum Tuna Netra

    Paten Ford akan menggunakan beberapa kamera yang menghadap ke belakang terkait dengan pengawasan terhubung dengan fitur bantuan pengemudi canggih kendaraan untuk memicu kemudi otomatis atau pengereman ketika sepeda motor terdeteksi mendekat di jalur yang sama. Sistem ini bekerja dengan mengubah dan mentransmisikan video feed ke dalam elektronik on-board kendaraan dalam bentuk pixel. Sistem elektronik kemudian menafsirkan kecepatan sepeda motor dengan jumlah piksel gelap di area penyaringan khusus dan memicu sistem auto-pilot di dalam mobil yang menghentikan kendaraan untuk keluar dari jalurnya.

    Menurut paten yang diajukan Ford, sistem dapat digunakan baik dalam otonom maupun mobil standar, tetapi tidak menyebutkan kapan teknologi tersebut benar-benar akan diimplementasikan dalam model produksi. Pengajuan paten tidak selalu berarti bahwa teknologi akan dikembangkan menjadi produk.

    CAR AND BIKE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kementerian Kominfo Memblokir Situs-Situs dengan Konten Radikal

    Kementerian Komunikasi dan Informasi telah memblokir 230 situs dan menghapus ribuan konten radikal dari berbagai platform.