Mudik 2018: Toilet Wanita di Rest Area Ditambah

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean pemudik di depan toilet mobil rest area km 92 tol Cipali. Minimnya toilet di rest area pertama setelah pintu tol menyebabkan antrean. TEMPO/Deffan Purnama

    Antrean pemudik di depan toilet mobil rest area km 92 tol Cipali. Minimnya toilet di rest area pertama setelah pintu tol menyebabkan antrean. TEMPO/Deffan Purnama

    TEMPO.CO, Cirebon - PT Jasa Marga (Persero) Tbk. akan menambah jumlah toilet wanita di rest area jalan tol yang akan digunakan untuk arus mudik 2018. Penambahan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan antrean pemudik wanita yang ingin menggunakan toilet.

    Vice President Related Business Development Jasa Marga Denny Abdurachman mengatakan bahwa hasil evaluasi pada arus mudik tahun sebelumnya jumlah toilet wanita lebih sedikit dibanding toilet untuk pria. Akibatnya, saat arus mudik mencapai puncak antrean di toilet wanita membludak.

    "Tahun lalu karena di toilet wanita penuh dan antrean lama, mereka sampai ikut antre di toilet pria," kata Denny kepada Tempo di rest area KM 207 tol Palikanci, Jumat, 1 Juni 2018.

    Baca: Mudik 2018: Strategi Jasa Marga Atasi Kemacetan di Rest Area

    Menurut Denny, penambahan toilet baru tersebut berupa bangunan baru dan menggunakan portable toilet jika diperlukan. Jasa Marga, lanjut Denny, juga mengupayakan agar rest area tidak kehabisan air bersih saat puncak arus mudik nanti. Caranya dengan menambah jumlah pompa air di tandon air.

    "Sebelumnya, saat puncak arus mudik jumlah pengunjung membludak dan aktivitas penggunaan air sangat tinggi sehingga pompa air tidak mampu bekerja optimal. Akibatnya air di toilet macet," tuturnya.

    Secara keseluruhan, Jasa Marga tahun ini akan mengoptimalkan pelayanan di rest area agar arus mudik 2018 lebih lancar. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengatur atau melakukan rekayasa arus lalu lintas di dalam rest area.

    "Kami akan memasan rambu-rambu dan layar LCD yang berisi informasi jalur di dalam rest area. LCD ini juga akan menampilkan informasi kepadatan parkir di rest area," ujarnya.

    Melalui rekayasa lalu lintas di dalam rest area tersebut pemudik yang ingin mengisi bahan bakar minyak bisa langsung ke dispenser SPBU, tidak perlu masuk ke dalam rest area. "Tahun lalu masih campur, yang ingin isi BBM masuk ke dalam area parkir dulu dan menuju ke SPBU yang berada di dekat pintu keluar. Antrean ini yang menyebabkan kemacetan panjang di rest area," ujarnya.

    Baca: Toyota Hadirkan 304 Layanan Mudik, Simak Lokasi dan Fasilitasnya

    Denny menambahkan bahwa tahun ini di setiap rest area juga akan disediakan BBM dalam bentuk kemasan. Hal ini untuk mempercepat proses pengisian BBM bila terjadi kepadatan di rest area. "Tahun lalu antrean isi BBM bisa 2 jam di rest area KM 207, tapi ini akan dipersingkat dengan rekayasa jalur masuk rest area dan BBM kemasan," ujarnya.

    Agar tidak terjadi antrean dan kemacetan panjang, Denny menghimbau agar pemudik tidak berhenti di rest area yang parkirnya penuh. "Sebaiknya pemudik menuju ke rest area selanjutnya. Kami menyiapkan rest area di setiap 10 kilometer, atau dapat memanfaatkan kantung parkir (parking bay)," katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.