Mudik 2018: Begini Skenario Atasi Kemacetan di Rest Area

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Res Area di Jalur Pantura, KM 43. TEMPO/RIDIAN EKA SAPURRA

    Res Area di Jalur Pantura, KM 43. TEMPO/RIDIAN EKA SAPURRA

    TEMPO.CO, Jakarta - Tata kelola dan fasilitas pendukung tempat istirahat alias rest area di sepanjang jalur mudik 2018 dibenahi. Pemerintah dan para pengelola lokasi persinggahan berupaya menekan kepadatan pengunjung yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik.

    Vice President Related Business Development PT Jasa Marga PT Jasa Marga (persero) Tbk, Denny Abdurachman, mengatakan pihaknya berfokus mengantisipasi antrean panjang pengisian bahan bakar dan toilet. "Setelah mencermati konsumen, kami utamakan rekayasa traffic dalam rest area," ujarnya saat bertemu Tempo di rest area kilometer (KM) 207 Tol Palimanan-Kanci, Jawa Barat, Jumat, 1 Juni 2018.

    Baca: Tol Pejagan-Pemalang Siap Digunakan untuk Mudik 2018

    Jasa Marga sendiri menyediakan total 68 rest area yang tersebar di tol operasional maupun tol fungsional dari Jakarta hingga Surabaya. Dari segi fasilitas, jenisnya dibagi menjadi Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP), Tempat Istirahat (TI), Tempat Istirahat Sementara (TIS), atau hanya kantong parkir darurat alias parking bay.

    Parking Bay KM 41 dilengkapi dengan mushola dan toilet. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menurut Denny yang juga Kepala Satuan Tugas bidang Rest Area Jasa Marga, masalah yang dijumpai di tiap lokasi hampir selalu sama. "Kapasitas parkir tak memadai untuk pengguna saat puncak mudik, jadi macet di dalam dan memanjang keluar (ruas jalan)."

    Hal itu dibuktikan Tempo yang menyusuri sejumlah rest area besar di jalan tol arah keluar Jakarta, pada Jumat lalu. Di masa pra-mudik saja, lahan parkir rest area KM 39 arah Cikampek sudah sesak oleh kendaraan pribadi dan angkutan barang. Satu dari empat toilet umum di lokasi tersebut pun sempat kehabisan air saat antrian sedang panjang.

    Adapun parking bay, seperti di KM 41, belum tampak difungsikan. Toiletnya masih dipenuhi peralatan dan material sisa pembangunan fasilitas di sekitar parking bay tersebut.

    Baca: Mudik 2018: Toilet Wanita di Rest Area Ditambah

    Denny menyebut parking bay menjadi lokasi alternatif jika kapasitas rest area tak mencukupi. Informasi terkait kapasitas bisa dilihat pengunjung melalui layar display di pintu masuk. Saat ini, ujar dia, sudah ada 11 rest area milik Jasa Marga yang memiliki sistem pemantu kapasitas.

    "Kalau rest area penuh, akan ditutup untuk diarahkan ke lokasi berikutnya, termasuk parking bay," ucapnya.

    Arus kendaraan di rest area pun diatur sesuai kebutuhan pengunjung. Kendaraan yang ingin mengisi bahan bakar, misalnya, tak lagi perlu memutari seisi rest area. Namun, persiapan distribusi kendaraan, termasuk langkah penjualan BBM kemasan 10 liter, belum terlihat pada akhir pekan lalu. "Prasarana sudah siap, kami tinggal tunggu komando," tutur Denny.

    Manajer rest area KM 207, Dede Ahmad Nur Hadi, mengaku harus mengantisipasi potensi singgahnya 60 ribu kendaraan saat puncak mudik pada 8 Juni nanti. Padahal, tampungan lokasi yang dikelolanya hanya untuk 3 ribu unit kendaraan per hari. "Tahun lalu, antrian dari pintu masuk ke pom bensin mencapai 2 jam, padahal jaraknya hanya 1 km," katanya pada Tempo.

    Salah satu lokasi di ruas jalan tol Pemalang-Batang yang akan di jadikan rest area 2 Juni 2018. TEMPO/Ridian Eka Saputra

    Rest Area KM 207 nantinya juga akan diisi tiga mobil toilet portable berisi empat pintu dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Jumlah toilet wanita, kata Dede, ditambah karena kebutuhan akan ruang tertutup. "Ada toilet berbentuk kontainer kapasitas 8 pintu disebar, termasuk di ruas fungsional."

    Wakil Presiden Direktur PT Lintas Marga Sedaya (LMS), Firdaus Azis, mengatakan pihaknya mengatur waktu singgah pemudik di rest area Tol Cikampek-Palimanan (Cipali). Ruas milik anak usaha Astra Infra Toll Road itu berpotensi dilewati 60-70 ribu kendaraan per hari saat masa Lebaran. "Ada imbauan agar pengunjung gantian, paling lama satu jam lah (berada di rest area)," ucapnya pada Tempo.

    Baca: Mudik 2018: Jalan Tol Salatiga-Colomadu Dioperasikan Satu Lajur

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pun memastikan tol fungsional sudah dilengkapi rest area. Jarak antar persinggahan dipatok 20 km. "Ada tipe A dan B. Tipe A dilengkapi fasilitas seperti mushala dan toilet. Saat ini sedang tahap pembangunan," kata Basuki.

    Dari pengamatan Tempo, sejumlah ruas fungsional yang akan dilalui arus mudik 2018 memang telah memiliki rest area dan toilet, seperti di Seksi 2 Tulis-Weleri Tol Batang-Semarang dan Seksi 1 Simpang Susun (SS) Pekalongan-SS Batang Tol Pemalang-Batang.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE | WISNU ANDEBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.