Rabu, 21 November 2018

Ekspor Sepeda Motor 2018 Naik, Yamaha Masih Ungguli Honda

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan perakitan unit mesin sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat, 3 November 2016. Diketahui All New Honda CBR250RR akan dijual dengan harga OTR (on the road) Jakarta Rp 62.900.000 untuk tipe standart dan Rp 68.900.000 untuk tipe ABS. ANTARA FOTO

    Pekerja menyelesaikan perakitan unit mesin sepeda motor di pabrik AHM, Karawang, Jawa Barat, 3 November 2016. Diketahui All New Honda CBR250RR akan dijual dengan harga OTR (on the road) Jakarta Rp 62.900.000 untuk tipe standart dan Rp 68.900.000 untuk tipe ABS. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia atau AISI mencatatkan ekspor sepeda motor terus mengalami peningkatan. Pada Januari—Mei 2018, ekspor sepeda motor tercatat lebih tinggi 46,06 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

    Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), ekspor kendaraan roda dua pada 5 bulan pertama tahun ini mencapai 226.444 unit, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu pengapalan sepeda motor dari Indonesia ke beberapa negara lain hanya mencapai 155.034 unit.

    Baca: Mudik 2018, Simak Biaya Servis Sepeda Motor Sebelum Berangkat

    Sigit Kumala, Ketua Bidang Perdagangan AISI, mengatakan, persentase pertumbuhan ekspor sepeda motor dari Indonesia yang terus terjadi karena tiga penyebab. Pertama, terdapat perluasan negara tujuan ekspor kendaraan roda dua oleh para eksportir sepeda motor dari dalam negeri.

    Kedua, membaiknya perkembangan ekonomi di negara-negara tujuan ekspor sepeda motor sehingga membuat permintaan kendaraan roda dua di negara tersebut menjadi lebih baik. Ketiga, pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

    Menurutnya, pelemahan mata uang rupiah terhadap dolar Negeri Paman Sam membuat harga sepeda motor yang diproduksi di Indonesia menjadi lebih kompetitif lagi dari sebelumnya. Tingginya produksi kendaraan roda dua di dalam negeri telah membuat harga sepeda motor yang diekspor dari Indonesia cukup kompetitif.

    Baca: Mudik 2018, 4 Penyebab Mesin Mobil dan Motor Mengalami Overheat

    “Jadi, ada tiga faktor penyebab pertumbuhan ekspor sepeda motor. Menambah area ekspor, perkembangan ekonomi masing-masing negara tujuan, dan pelemahan rupiah,” kata Sigit, Senin 11 Juni 2018.

    Dia menjelaskan, tujuan pengapalan kendaraan roda dua dari Indonesia adalah negara-negara di wilayah Asean, Eropa, hingga Amerika Latin.

    Indonesia saat ini merupakan pasar sepeda motor terbesar ketiga setelah Cina yang menempati posisi pertama, dan India di posisi kedua. Adapun posisi keempat diduduki oleh Brasil. Volume sepeda motor di Cina dan India yang lebih besar dibandingkan dengan Indonesia membuat Indonesia sulit melakukan pengapalan kendaraan roda dua ke negara tersebut. “Persaingannya kompetitif karena volume mereka besar sekali,” katanya.

    Baca: Mudik 2018, Beda Persiapan Mudik dengan Mobil Baru dan Mobil Tua

    Asosiasi berharap komposisi kendaraan yang diekspor mencapai lebih dari 10 persen dibandingkan dengan kendaraan roda dua di pasar domestik pada pengujung tahun ini.

    Dalam data AISI, sepeda motor merek Yamaha masih menjadi kontributor ekspor yang terbesar dibandingkan merek-merek lainnya dalam daftar pengapalan asosiasi, yakni sebesar 55,42persen dari total ekspor. Di posisi kedua, kontributor terbesar adalah sepeda motor dengan merek Honda yang memiliki kontribusi ekspor sebanyak 28,67 persen, kemudian Suzuki 7,76 persen, TVS 6,21 persen, dan Kawasaki 1,95 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komposisi Utang Merpati Nusantara Airlines

    Asa bisnis Merpati Nusantara Airlines mengembang menyusul putusan Pengadilan Niaga Surabaya yang mengabulkan penundaan kewajiban pembayaran utang.