Senin, 10 Desember 2018

Begini Rasanya Menjajal Toyota Prius PHEV di Jakarta

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi ikut dalam rombongan yang menjajal mobil Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) keliling komplek Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018.

    Ia duduk di kursi belakang, merasakan sebagai penumpang. "Mobilnya nyaman dan senyap," kata Nangoi begitu turun dari mobil.

    Baca: Kemenperin - Toyota Kolaborasi Riset Teknologi Mobil Listrik

    Nangoi dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto serta beberapa pejabat langsung menjajal Toyota Prius PHEV berwarna biru. Mobil itu merupakan pinjaman dari PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) untuk bahan riset dan pengembangan teknologi mobil listrik di Indonesia.

    Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto didampingi Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia Warih Andang Tjahjono mencoba Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle di Kementerian Perindustrian, Jakarta Selatan, Rabu, 4 Juli 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Menurut rencana, mobil itu bersama 6 unit Toyota Prius Hybrid dan 6 unit Toyota Corolla Altis (mobil konvensional) akan dipinjamkan sebagai bahan riset ke 6 universitas negeri di Indonesia yakni Universitas Indonesia, Universitas Sebelas Maret, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, dan Universitas Udayana.

    Riset ini diharapkan dapat menjadi masukkan bagi pemerintah dalam menerapkan kebijakan pengembangan kendaraan listrik, sehingga target 20 persen untuk produksi kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV) tahun 2025 dapat tercapai.

    Baca: Indonesia Punya Bahan Baku Utama Pembuatan Baterai Mobil Listrik

    "Pemerintah saat ini berupaya untuk mendorong pemanfaatan teknologi otomotif yang ramah lingkungan melalui program LCEV," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada acara kickoff Electrified Vehicle Compreheneive Study.

    Di Jepang, model ini disebut Prius PHV (Plug-in Hybrid Vehicle), sementara di Amerika Serikat diberi nama Toyota Prime. Model ini diluncurkan pertama kali di Jepang pada 15 Februari 2017 dan diproduksi di Tsutumi plant, Toyota Motor Corporation. 

    Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota mengklaim versi terbaru Prius PHV ini memiliki tingkat efisiensi konsumsi bahan bakar yang lebih baik di banding model sebelumnya. Penggunaan baterai lithium-ion berkapasitas besar, dikombinasikan dengan peningkatan efisiensi pada sistem plug-in hybrid telah meningkatkan jarak tempuh (mode berkendara Electric Vehicle/motor listrik) sejauh 68,2 kilometer dan kecepatan mode mobil listrik maksimum 135 kilometer per jam. 

    Prius PHV dilengkapi dual motor drive system. Yakni menggunakan kedua motor listrik dan generator sebagai sumber tenaga. Efeknya, akselerasi mobil labih cepat dan bertenaga.

    Prius terbaru juga diklaim menggunakan pemanas khusus pada baterai untuk memompa panas dan fungsi injeksi gas sehingga membantu mengurangi penggunaan tenaga mesin pada saat berkendara dengan EV mode. Prius terbaru ditenagai mesin 1.8 liter yang memiliki efisiensi bahan bakar hybrid mencapai 37,2 kilometer per liter. 

    Menariknya, Prius PHV kini juga 65 persen lebih cepat dalam pengisian ulang baterai. Toyota mengklaim proses isi ulang hanya 2 jam menggunakan konektor Mennekes Type II Mode III dan 3 jam 10 menit menggunakan soket standar. Prius PHV juga menyediakan tiga metode pengisian ulang baterai yakni isi ulang normal (200V atau 100V), pengisian ulang cepat, dan isi ulang dengan sistem solar (memanfaatkan tenaga matahari).

    Toyota Prius Plug-in Hybrid Electric Vehicle. TEMPO/Wawan Priyanto

    Toyota mengklaim pengisian ulang baterai dengan memanfaatkan tenaga matahari ini merupakan yang pertama kali di dunia diterapkan pada mobil yang diproduksi massal. Sistem ini mengisi tenaga baterai dari matahari pada saat mobil diparkir. 

    Dikutip dari laman toyota-global.com, Toyota diklaim telah bekerja keras dalam menghasilkan lineup produk yang diposisikan pada kendaraan plug-in hybrid sebagai pilar utama generasi mobil ramah lingkunan masa depan setelah kendaraan hybrid. Dengan Prius PHV baru, Toyota sangat maju pada kinerja lingkungan yang merupakan karakteristik dari lineup Prius. Bahkan mengarah pada sebuah kendaraan listrik (EV). Peralatan canggih futuristik telah ditambahkan dan mode pengisian semakin cepat. 

    Baca: Toyota Prius Plug-in Hybrid Terbaru Diluncurkan di Jepang

    Pada Prius baru, dalam pengemudian jarak pendek seperti kendaraan harian atau saat digunakan untuk belanja, fitur plug-in hybrid beroperasi sebagai kendaraan listrik dan tidak menggunakan bahan bakar. 

    Pada model ini, Toyota mengaplikasikan layanan navigasi yang mudah melalui fitur T-Connect. Fitur ini disediakan menggunakan sistem navigasi T-Connect SD Toyota-pertama pada layar monitor super lebar 11,6 inci.

    Saat diluncurkan, Toyota Prius Plug-in Hybrid inidipasarkan dengan harga mulai dari 3,2 juta Yen (setara Rp 379,6 juta kurs 1 rupiah = 116 yen).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.