Mitsubishi Outlander PHEV Tanpa Insentif Pajak, Harga Rp 1 Miliar

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tamu undangan mencoba Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di halaman parkir Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    Tamu undangan mencoba Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) di halaman parkir Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, 26 Februari 2018. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Sales Indonesia telah menyiapkan mobil plug in hybrid electric vehicle (PHEV) untuk implementasi kendaraan listrik di Indonesia. Alasannya, Mitsubishi Outlander PHEV bisa diisi daya melalui listrik di rumah tanpa harus memakai colokan khusus telah dipasarkan di dunia sejak 2012.

    Deputy Group Head of Planning & Communication Group MMKSI Intan Vidiasari mengatakan, Outlander PHEV pertama kali dirilis pada 2012 dan angka penjualan global hingga sejuah ini telah mencapai 175.000 unit. Untuk di Indonesia, MMKSI masih menunggu kehadiran regulasi untuk kemudian mulai memasarkan kendaraan listrik.

    Baca: Menguji Mitsubishi Outlander PHEV Hybrid: Mewah, Mesin Bertenaga

    "Utusan Mitsubishi Global sudah memberikan pernyataan Mitsubishi siap apapun [aturan] yang diberikan pemerintah Indonesia," ujarnya di sela-sela GIIAS 2018, di Tangerang, Kamis 9 Agustus 2018.

    Pada GIIAS 2018, Mitsubishi memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk mencoba Oultander PHEV. Kendaraan Mitsubishi ini sedikit berbeda dengan pabrikan lain yang cenderung menggunakan hybrid electric vehicle (HEV).

    Intan menyampaikan, harga Outlander PHEV tanpa penguranan PPnBM bisa menyentuh angka Rp1 miliar lebih. Insentif pajak tentu akan membantu membuat mobil listrik menjadi lebih terjangkau.

    Baca: Permintaan Tinggi, Produksi Mitsubishi Xpander Naik Jadi 150 Ribu

    Dia menjelaskan, salah satu keunggulan Outlander PHEV ialah mampu mengisi daya menggunakan tegangan listrik rumahan untuk slow charging. Untuk pengisian daya cepat harus menggunakan tegangan listrik yang lebih tinggi.

    "Di Indonesia kalau regulasi siap, Mitsubishi dengan mudah masuk dengan plug in karena tidak butuh infrastrukur yang neko-neko," paparnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi dan Tantangan Jozeph Paul Zhang, Pria yang Mengaku Nabi Ke-26

    Seorang pria mengaku sebagai nabi ke-26 melalui media sosial. Selain mengaku sebagai nabi, dia juga melontarkan tantangan. Dialah Jozeph Paul Zhang.