Selasa, 25 September 2018

Test Drive: New Honda HR-V Memberikan Kenyamanan Lebih

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Honda HR-V 2018 diperkenalkan kepada media di di Kayu-kayu Restaurant, Tangerang pada Rabu, 29 Agustus 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Honda HR-V 2018 diperkenalkan kepada media di di Kayu-kayu Restaurant, Tangerang pada Rabu, 29 Agustus 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Tangerang - PT Honda Prospect Motor (HPM) mengadakan test drive New Honda HR-V di Kayu-kayu Restaurant, Tangerang pada Rabu, 29 Agustus 2018. Mobil yang mulai diperkenalkan saat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2018 ini diperkenankan untuk dijajal para jurnalis dari berbagai media.

    Saat pertama Tempo memasuki kabin New Honda HR-V ini kesan mewah muncul dengan jok yang dilapisi kulit baru, desainnya mengikuti bentuk tubuh dan modelnya memeluk badan penumpang. Tentunya desain jok seperti ini memberikan kenyamanan lebih saat berkendara. Tak hanya ergonomis, desain baru dan pengunaan warna kombinasi pada jok menambah kesan sporty. Ruang kepala dan kaki di bagian penumpang juga lebih luas.

    Baca: Wuih, Penampilan Honda HR-V 2019 Makin Ganteng

     

    Fitur-fiturnya kini lebih melimpah seperti ketinggian setir yang bisa diatur menyesuaikan postur tubuh seperti mobil-mobil kelas menengah. Instrumen mobil menggunakan layar touchscreen 8 inci yang mampu memutar berbagai format musik dan video melalui AUX in port, USB port, bluetooth, dan miracast atau mirroring yang kompatibel untuk android. Media seperti AM atau FM radio juga disematkan.

    Interior Honda HR-V 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Kenyamanan juga dirasakan pada bangku kedua, Tempo dengan tinggi badan 170 sentimeter tidak merasakan kesempitan pada bagian kaki dan sangat leluasa menjadikannya tidak terasa pegal. Jok belakang yang bisa diatur sehingga sangat fleksibel untuk membawa barang yang banyak seperti saat mudik.

    Bagasi Honda HR-V 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Mengendarai New Honda HR-V bermesin 1,5 liter dan transmisi CVT, akselerasinya cukup nampol saat diuji coba di kawasan BSD City, Tangerang. Namun, jika dibandingkan dengan kompetitornya, Toyota C-HR secara fitur memang tidak jauh berbeda baik eksterior dan interior sudah canggih. Kenyamanan di dalam kabin juga tidak jauh berbeda, hanya di Honda HR-V tidak ditemukan mode berkendara eco, sport, dan normal seperti yang ada pada Toyota C-HR.

    Baca: Sepanjang 2018, Penjualan Honda HR-V Diklaim Naik Signifikan

    Saat berkendara, Tempo merasakan kabin cukup senyap, suara mesin maupun hingga getarannya tak terasa. Kaki tidak mudah lelah saat tanjakan karena dilengkapi dengan hill start assist yang memudahkan saat berhenti di tanjakan. Setelah suspensi pas,  nyaman saat melewati jalan rusak dan stabil ketika dipakai menikung. Keberadaan kamera belakang memudahkan saat mundur maupun parkir.

    Tempo menjajal Honda HR-V 2018 di Kayu-kayu Restaurant, Tangerang pada Rabu, 29 Agustus 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Pada eksterior bagian depan, perubahan paling mencolok pada grille yang diperbarui. Membuatnya semakin gagah dengan lampu full LED yang dilengkapi lampu siang hari dan lampu kabut LED berdampingan dengan bumper baru yang lebih kekar.

    New Honda HR-V ini dibanderol mulai Rp 279,5 hingga Rp 395 juta lebih murah dibandingkan Toyota C-HR dengan harga mulai Rp 488,5 juta. Meskipun harganya lebih murah, jika dilihat dari fitur yang ditawarkan, New Honda HR-V tidak kalah dari Toyota C-HR.

    Baca: Adu Speknya Toyota C-HR Lawan Honda HR-V, Unggul Mana?

    Marketing and After Sales Service Director PT HPM, Jonfis Fandy mengatakan Honda HR-V menawarkan fitur yang diperbarui dengan harga yang terjangkau. HPM ingin memberikan pilihan kepada konsumen di kelas medium SUV 1,5 liter. "Segmen ini cukup besar, dengan market share yang bagus," katanya di sela acara test drive pada Rabu, 29 Agustus 2018.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.