Rabu, 26 September 2018

Angkot Modern Segera Beroperasi di Bogor, Ini Biaya Pembuatannya

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Angkot modern siap beroperasi di Bogor, Jawa Barat. 8 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Angkot modern siap beroperasi di Bogor, Jawa Barat. 8 September 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Bogor - Angkutan kota atau angkot modern di Bogor baru saja diresmikan hari ini, Sabtu, 8 September 2018. Angkot tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir bulan ini.

    Pemimpin Koperasi Duta Jasa Angkutan Mandiri (KODJARI), Dewi, mengatakan harga Suzuki APV standar Rp 120 juta. Sedangkan pembuatan angkot, yang meliputi karoseri, interior, air conditioner, dan lain-lain, menghabiskan biaya 60 persen dari harga mobil.

    Baca: Angkot Modern Beroperasi di Bogor, Saingi Taksi Online dan Gojek

    Menurut dia, harga pembuatan setiap unit angkot modern ini tidak bisa disamakan karena kondisi dolar Amerika Serikat yang menguat, tapi rata-rata sekitar 60 persen dari harga mobil. “Tergantung dari pembelian setiap part karena ada barang yang diimpor. Sedangkan rupiah saat ini belum stabil,” katanya kepada Tempo di Bogor, Sabtu.

    Alasan memilih angkot modern, selain untuk bersaing dengan transportasi online, adalah jauh lebih kondusif jika dibandingkan dengan membuat ELF modern. Sebab, volume penumpang dinilai tidak berbeda jauh, hanya selisih tujuh penumpang. Selain itu, biaya pembuatan interior angkot modern jauh lebih murah.

    Baca: 1.000 Toyota Transmover Segera Warnai Angkutan Kota di Jakarta

    “Misalnya menggunakan mobil Isuzu ELF Long, yang mampu menampung 20 orang. Sedangkan angkot modern ini mampu menampung 13 orang, hanya selisih tujuh orang. Kalau anak kecil malah bisa 14 orang,” ujar Dewi.

    Ia melanjutkan, membuat interior ELF menjadi mewah bisa menghabiskan 2,5 kali lipat dari harganya. “Kalau harga mobilnya Rp 200 juta, dengan interior mewah bisa menjadi Rp 500 juta. Selain itu, biaya maintenance juga jauh lebih mahal,” ucapnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Karen Agustiawan Ditahan Karena Akuisisi Pertamina di Blok BMG

    Kejaksaan Agung menahan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan terkait kasus dugaan korupsi investigasi Pertamina berupa akuisisi aset BMG.