Senin, 10 Desember 2018

Royal Enfield Ajak Biker Merasakan Sensasi Himalayan di Offroad

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Irvano Edwardly Country Manajer Indonesia Royal Enfield bersama peserta kloter pertama yang mengikuti ajang Demo Day di Sirkuit Patrac Pondok Aren, Tangerang Selatan Minggu 9 September 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Irvano Edwardly Country Manajer Indonesia Royal Enfield bersama peserta kloter pertama yang mengikuti ajang Demo Day di Sirkuit Patrac Pondok Aren, Tangerang Selatan Minggu 9 September 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    TEMPO.CO, Jakarta - Royal Enfield Indonesia menggelar Royal Enfield Himalayan Demo Day bagi para penggemar adventure. Ini adalah kali pertama Royal Enfield menyelenggarakan acara sejenis di Indonesia sejak hadir di Indonesia pada 2016. Selain memberikan kesempatan para penggemar off road dan adventure riding untuk menjajal ketangguhan Royal Enfied Himalayan, acara tersebut juga memberikan presentasi seputar produk dan adventurous riding coaching.

    Baca: Royal Enfield Himalayan Pakai Knalpot Termignoni Tambah Keren

    “Acara Royal Enfield Himalayan Demo Day ini kami selenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada pencinta roda dua, khususnya para penggemar adventurous merasakan kehebatan motor Royal Enfield Himalayan dalam menaklukkan berbagai medan off road yang menantang,” jelas Irvino Edwardly, Country Manager Indonesia, Royal Enfield di Sirkuit Patrac, Minggu 9 September 2018.

    Menurut Irvino, selama ini Royal Enfield Himalayan hanya dikenal sebagai motor adventure di jalanan aspal. Namun lewat ajang ini bisa dibuktikan ketangguhannya dengan mencoba sensasi di jalur offroad. Ia melanjutkan lintasan dibuat menantang dengan adanya model tanjakan curam, tanjakan multiple, lintasan berlumpur hingga kubangan air setinggi 30 sentimeter. "Para penyuka adventure akan merasakan hal yang berbeda saat di jalur aspal dengan Himalayan," katanya.

    Sejumlah biker menjajal ketangguhan Royal Enfield Himalayan di ajang Demo Day di Sirkuit Patrac Pondok Aren, Tangerang Selatan Minggu 9 September 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Himalayan, kata dia, dibuat untuk adventurous touring melewati gunung dan jalan raya, namun tetap memberikan kenyamana berkendara di jalan beraspal, dalam kondisi lalu lintas perkotaaan yang membuatnya menjadi motor Royal Enfield yang paling serbaguna. Kondisi yang sangat stabil, suspensi yang sudah teruji di medannya, ban dual purpose on road and off road, dipadu dengan handling yang fleksibel, membuat Himalayan mampu mengatasi semua alam off road. "Ditambah dengan torsi yang rendah dan tangguh untuk mengatasi rintangan, serta kekuatan untuk mengatasi semua kondisi jalanan," ujar Irvino.

    Baca: Royal Enfield Himalayan ABS Dipasarkan di India, Harganya Naik

    Dalam acara yang digelar kali ini, para biker cukup antusias. Puluhan anggota komunitas Royal Riders Indonesia (RORI) meramaikan acara tersebut. Irvino menambahkan tak hanya pemilik Royal Enfield yang hadir namun para pecinta hobi trail juga ikut meramaikan dan beberapa pemilik motor lainnya ikut merasakan sensasinya, bahkan pembalap asal Singapura, KC Zedd ikut menjajal motor dual purpose yang bermodel klasik tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.