Kamis, 18 Oktober 2018

Royal Enfield Himalayan Nyaman di Aspal, Handal di Medan Offroad

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah biker menjajal ketangguhan Royal Enfield Himalayan di ajang Demo Day di Sirkuit Patrac Pondok Aren, Tangerang Selatan Minggu 9 September 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo

    Sejumlah biker menjajal ketangguhan Royal Enfield Himalayan di ajang Demo Day di Sirkuit Patrac Pondok Aren, Tangerang Selatan Minggu 9 September 2018. TEMPO/Eko Ari Wibowo


    Satya Framudya, anggota Royal Enfield Riders Indonesia atau RORI mengakui suspensi Himalayan cukup handal di jalur offroad. Satya yang biasa mengendarai Royal Enfield Classic 500 langsung 'tune in' setelah beradaptasi satu kali putaran. "Handlingnya mantap meski lintasan licin," katanya.

    Rem Royal Enfield Himalayan cukup bisa diandalkan dengan dibekali cakram 300mm pada bagian depan dan cakram 240mm pada bagian belakang. Hanya disarankan saat melewati jalan offroad atau lumpur menggunakan rem belakang untuk menghindari kecelakaan sampai terjungkal. Rata-rata kecepatan selama bermain di medan offroad pada kisaran 20-50 kilometer per jam sehingga tidak terlalu butuh pengunaan rem depan. Apalagi pengereman Himalayan menggunakan kaliper buatan Bybre yaitu anak perusahaan Brembo yang banyak digunakan pada balapan Internasional.

    Baca: Royal Enfield Himalayan Pakai Knalpot Termignoni Torsi Tambah Nonjok

    Melewati jalan offroad, ban Himalayan masih menggunakan bawaan dealer yaitu ban semi offroad yang masih aman ketika dipakai di jalan aspal. Dengan kombinasi, ukuran ban 90/90 dengan ring 21 inci pada bagian depan dan ukuran ban 120/90 dengan ring 17 inci. Meski bukan ban pacul, namun cukup menggigit di jalan tanah, lumpur maupun melewati genangan yang disiapkan panitia dengan kedalaman 30 sentimeter. Tempo tidak merasakan kehilangan grip selama menjajal Himalayan.

    Saat melewati gundukan yang tinggi atau tanjakan, bukan menjadi masalah bagi mesin 411cc satu silinder. Meski tenaga mesin tersalur secara smooth namun jika bejek gas lebih dalam, motor langsung 'terbang' tak kalah dari motor trail hanya berat motor yang mengkebiri. Torsi Hilamayan yang mencapai 32 Nm memang sangat menyenangkan dioptimalkan di medan offroad. "Tak perlu gas dalam tenaganya sudah memadai, cukup flowing saja cukup. Biasa pegang Classic, Himalayan lebih bertenaga," ucap Satya.

    Selain kehandalan motor ini sebagai dual purpose, motor ini memiliki kualitas pengecatan dan kepresisian cukup tinggi. Tempo yang berkali-kali jatuh ketika menggunakan motor ini catnya masih aman dengan adanya bar pelindung tangki dan mesin bawaan pabrik. Sasisnya juga kuat, tidak ada gangguan handling meski sudah berkali-kali jatuh bahkan sampai stang melenceng posisinya masih enak dipakai lagi. Motor buatan India terkenal dengan kualitas besi yang digunakan dan pengecatannya.

    Sebagai motor adventure, Himalayan menawarkan fitur lengkap pada speedoeternya yaitu kecepatan, jarak berkendara, jam, putaran mesin, indikator baterai, posisi gear, kompas digital, suhu lingkungan hingga interval servis. Tangki bahan bakar mampu menampung pertamax hingga 15 liter yang diklaim mampu digunakan menjelajah hingga 400 kilometer. Royal Enfield juga menyediakan aksesoris berupa pannier atau side box untuk perjalanan jauh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jamal Khasoggi dan 4 Jurnalis yang Tewas karena Kasus Korupsi

    Jamal Khasoggi dan sejumlah wartawan tewas di Eropa ketika melakukan investigasi kasus korupsi. Ada yang diperkosa, dibom, dan bahkan dimutilasi.