Senin, 10 Desember 2018

6 Tip Sebelum Naik Sepeda Motor untuk Perempuan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Abrina, seorang ibu rumah tangga asal Denpasar, Bali yang hobi riding naik Royal Enfield. Oktober 2018 (Istimewa/Dok Pribadi)

    Abrina, seorang ibu rumah tangga asal Denpasar, Bali yang hobi riding naik Royal Enfield. Oktober 2018 (Istimewa/Dok Pribadi)

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Abrina, seorang ibu muda asal Denpasar, Bali, kelahiran 1990 memiliki hobi naik sepeda motor (riding). Ia memiliki mimpi untuk bisa mengeksplor Indonesia. Abrina ini termasuk biker perempuan yang tak pelit ilmu. Ia cukup senang memberikan beberapa tip sebelum riding untuk perempuan.

    Pertama, kata dia, pastikan kondisi tubuh sehat sebelum riding. Kedua, pastikan mood ok. “Karena mood perempuan mudah berubah-ubah, lalu tanggung jawab sebagai perempuan harus diselesaikan dulu semuanya, yang punya keluarga tugas sebagai ibu harus beres,” katanya di Yogyakarta pada Jumat, 5 Oktober 2018.

    Baca: Kisah Abrina Hobi RidingKetemu Pocong hingga Dipepet Begal

    Jika semua tanggung jawab sebagai perempuan sudah beres, lanjut dia, riding jadi nyaman tidak ada beban. "Jangan takut mencoba, beranikan diri dan niatkan pasti bisa. Terkadang orang takut untuk memulai, kalau memang yakin jalani saja,” kata dia.

    Ketiga, siapkan perlengkapan yang harus dibawa seperti side bag, tank bag, P3K, peralatan motor, pompa portable, bantal buat istirahat, sepatu, celana yang dilengkapi deker dan jaket dengan protektor supaya aman, kemudian juga helm harus standar.

    Keempat, Kalau capek langsung istirahat, usahakan istirahat di mana pun itu jangan dipaksakan. Bisa di mini market, pom bensin, dan lain-lain.

    Kelima, musuh perempuan kalau riding biasanya takut kulit hitam dan keringat. Menurut Abrina, perempuan harus memantapkan diri untuk riding, jadi apa pun risikonya hadapi dan nikmati saja. “Kemarin sempat ke Gunung Merapi dan panasnya luar biasa, walaupun sudah pakai buff dan segala macam bahan untuk melindungi kulit tapi tetap saja tembus,” katanya.

    Baca: Royal Enfield Ajak Biker Merasakan Sensasi Himalayan di Offroad

    Keenam, hindari musim hujan, karena tidak bisa menikmati pemandangan, dan jalanan iicin. Kalau mau riding rencanakan apa sih yang mau dilihat, apa yang bisa difoto.

    Abrina mengisahkan bahwa ia paling takut saat riding lewat trek berpasir dan paling malu kalau sampai jatuh dari motor. “Teman-teman saya yang laki-laki pada jatuh tapi saya tidak mau hal itu terjadi,” ujar Abrina.

    Ia melakukan riding setidaknya dalam seminggu dua trip dengan watu tempuh perjalanan sekitar tujuh jam, seperti ke Ciletuh, Sukabumi dan Bandung.

    Meski berparas cantik, dirinya termasuk perempuan yang jarang perawatan meski sering riding yang sejatinya mengancam kecantikan kulit. “Sehari-hari paling hanya pakai krim pagi sama sunblock kalau lagi ada, kebetulan riding kemarin sunblock habis, jadinya begini terima saja risikonya,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia Berupaya Mencegah Sampah Plastik Hanyut ke Laut

    Pada 2010, Indonesia menjadi negara penyumbang sampah plastik nomor dua di dunia. Ada 1,29 juta ton sampah plastik hanyut ke laut.