Jumat, 19 Oktober 2018

4 Strategi Penguatan Brand Nissan Motor di Indonesia

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil Nissan Terra yang dipamerkan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2018 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Kamis, 2 Agustus 2018. PT Nissan Motor Indonesia resmi meluncurkan mobil <i>sport utiliity vehicle</i> (SUV) Nissan Terra sebagai pesaing SUV Toyota Fortuner. TEMPO/Amston Probel

    Mobil Nissan Terra yang dipamerkan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2018 di Indonesia Convention Exhibiton (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, Kamis, 2 Agustus 2018. PT Nissan Motor Indonesia resmi meluncurkan mobil sport utiliity vehicle (SUV) Nissan Terra sebagai pesaing SUV Toyota Fortuner. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Bandung - Peluncuran New Nissan Terra merupakan bagian dari rencana lima tahunan PT. Nissan Motor di Indonesia untuk memperluas rangkaian produk baru Sport-Utility Vehicle (SUV) dan Multi- Purpose Vehicle (MPV). Rencana jangka menengah itu akan ditempuh lewat empat cara. "Seperti memperluas perluas jaringan partner dan layanan dealer, serta fokus ke customer," ujar Hana Maharani, Head of Product Communications PT. Nissan Motor Indonesia di Bandung, Jumat, 12 Oktober 2018.

    Baca: Nissan Note e-Power Nismo S 2018 Tenaga Naik 25 Persen

    Menurut Hana, komitmen Nissan di Indonesia sampai puluhan tahun ke depan. Nissan akan terus memperkenalkan rangkaian produknya di segmen yang berbeda di Indonesia, termasuk SUV dan MPV terbaru.

    Nissan Intelligent Mobility akan memandu evolusi produk Nissan tentang cara mobil-mobil tersebut ditenagai, dikendarai dan diintegrasikan dalam masyarakat, dengan tetap berfokus untuk menciptakan pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.

    Rencana jangka menengah yang dinamakan Nissan M.O.V.E 2022 bertujuan mencapai pertumbuhan berkelanjutan serta memimpin evolusi teknologi dan bisnis dalam industri otomotif. M.O.V.E adalah singkatan Mobility (Mobilitas), Operational Excellence (Keunggulan Operasional), Value to Customers (Nilai Bagi Konsumen), dan Electrification (Elektrifikasi).

    Baca: Nissan GT-R50 Debut di Tokyo, Ini Penampakannya

    Produsen kendaraan full-line global itu menjual lebih dari 60 model di bawah merk Nissan, Infiniti, dan Datsun. Pada tahun fiskal 2017, perusahaan ini menjual 5,77 juta kendaraan secara global, menghasilkan pendapatan sebesar 11,9 triliun yen. Pada 1 April 2017, Nissan memulai Nissan M.O.V.E. to 2022 yang menargetkan kenaikan pendapatan per tahun sebesar 30 persen atau menjadi 16,5 triliun yen sampai akhir 2022, serta peningkatan cumulative free cash flow sebesar 2,5 triliun yen.

    Sebagai bagian dari Nissan M.O.V.E to 2022, perusahaan ini berencana untuk memperluas kepemimpinannya di bidang kendaraan listrik, yang disimbolkan oleh Nissan LEAF, kendaraan listrik seutuhnya yang mencatat sejarah penjualan tertinggi di dunia.

    Kantor pusat Nissan global di Yokohama, Jepang, mengelola operasi bisnis perusahaan di enam wilayah yaitu Asia & Oceania, Afrika, Timur Tengah & India, Tiongkok, Eropa, Amerika Latin, dan Amerika Utara.

    Nissan telah bermitra dengan perusahaan Prancis, Renault, sejak 1999 dan mengakuisisi 34 persen saham Mitsubishi Motors pada 2016. Kemitraan Renault-Nissan-Mitsubishi adalah yang terbesar di industri otomotif dunia saat ini, dengan total penjualan mencapai 10,6 juta kendaraan pada 2017.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Bravo 5 dan Cakra 19, Dua Tim Luhut untuk Jokowi di Pilpres 2019

    Menyandang nama Tim Bravo 5 dan Cakra 19, dua gugus purnawirawan Jenderal TNI menjadi tim bayangan pemenangan Jokowi - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.