Dolar Menguat, Harga Mobil Honda Rakitan Lokal Tetap

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Booth Honda di GIIAS 2018. 3 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    Booth Honda di GIIAS 2018. 3 Agustus 2018. TEMPO/Wawan Priyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy mengatakan bahwa pihaknya belum akan menaikkan harga jual mobil Honda meski kurs rupiah saat ini menyentuh angka Rp 15 ribu per dolar AS.

    "Kami akan terus monitor pergerakan kurs rupiah terhadap dolar AS ini. Tapi kami belum akan menaikkan harga," kata Jonfis awal Oktober lalu di Bekasi.

    Baca: Rupiah Loyo, Honda Akan Naikkan Harga Mobil Jika

    Menurut Jonfis, dengan adanya pelemahan rupiah ada kemungkinan harga (mobil Honda) akan naik. Hanya saja, lanjut dia, kenaikan harga tersebut akan diambil jika kondisi pelemahan rupiah terjadi berkepanjangan. “Terakhir kami melakukan penyesuaian harga di bulan April 2018,” ujarnya.

    Baca: Sebulan Dipasarkan, New Honda HR-V Terjual 3.445 Unit

    Jonfis menambahkan, kenaikkan harga mobil Honda terkait pelemahan rupiah terhadap dolar AS baru dikenakan pada produk-produk yang didatangkan secara CBU (ekspor utuh) seperti Honda Accord, Honda Civic, Honda Civic Type R, Honda City, dan Honda Odyssey. "Naik sekitar 1-2 persen per September 2018," ujarnya.

    Jonfis juga menambahkan bahwa situasi penjualan mobil di Indonesia saat ini cukup berat karena daya beli konsumen juga ikut menurun. Lesunya penjualan mobil ini diikuti Honda Prospect Motor dengan menurunkan target penjualan semula sebanyak 180 ribu unit sepanjang 2018 menjadi 170 ribu unit.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Riuh Penguasaan Lahan Melibatkan Kubu Jokowi dan Prabowo

    Serangan Jokowi kepada Prabowo pada Debat Pilpres putaran kedua memantik keriuhan. Jokowi menyebut lahan yang dimiliki Prabowo di Kalimantan dan Aceh.