Kia dan Hyundai Kembangkan Teknologi Robot Industri

Reporter

Robot Hyundai H-CEX yang membantu saat duduk dan bekerja. Sumber: auto.ndtv.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sebagai bagian penting dari Hyundai Motor Group, Kia Motors berinovasi dengan teknologi robotik melalui pengembangan robot industri Hyundai Vest Exoskeleton (H-VEX). Mengikuti demonstrasi Hyundai Chairless Exoskeleton (H-CEX) yang dilakukan di pabrik Hyundai-Kia Amerika Utara pada Agustus lalu, perusahaan berencana untuk memverifikasi kesuksesan H-VEX melalui pengujian ekstensif pada akhir 2018.

Pada awal 2018, Hyundai Motor Group mengidentifikasi Robot Kecerdasan Buatan sebagai salah satu dari lima bidang inovasi dan pertumbuhan di masa depan. Perusahaan membentuk tim robotik yang ditunjuk di markas teknologinya untuk fokus pada pengembangan teknologi tersebut.

Baca: Atasi Blind Spot, Ini Penemuan Terbaru Hyundai dan Kia

Hyundai Motor Group mengembangkan teknologi di tiga bidang robotik: robot yang dapat dipakai, robot layanan, dan mobilitas mikro. Perusahaan ini juga bekerja dalam kemitraan dengan perusahaan domestik dan internasional yang memiliki teknologi robotik dan kecerdasan buatan. H-CEX pertama dikembangkan untuk keperluan industri. Ini adalah perangkat pelindung sendi lutut yang membantu mempertahankan posisi duduk pekerja. Beratnya di 1,6 kilogram itu ringan namun sangat tahan lama, dan dapat menahan bobot hingga 150 kilogram. Dengan pinggang, paha dan lutut sabuk dapat dengan mudah dipasang dan disesuaikan dengan tinggi pengguna.

Bersama dengan H-CEX, tim Hyundai Motor Group berencana untuk menguji dan menerapkan H-VEX di pabrik-pabrik Amerika Utara pada akhir tahun. H-VEX adalah alat yang mengurangi tekanan pada leher dan punggung pekerja dengan menambahkan kekuatan 60 kilogram kepada pengguna saat lengan mereka digunakan di atas. Diharapkan sangat efektif untuk mencegah cedera dan meningkatkan efisiensi kerja.

Robot Hyundai H-VEX yang membantu saat mengangkat barang. Sumber: auto.ndtv.com

Youngcho Chi, Wakil Presiden Eksekutif Divisi Strategi & Teknologi dan Chief Innovation Officer Hyundai Motor Group mengatakan bidang robotika memiliki potensi untuk mengantarkan era baru dalam industri. Kemungkinan teknologi tidak terbatas, dari solusi mobilitas masa depan dan produktivitas industri membantu aplikasi militer yang vital, kami pikir masa depan lebih baik dengan robot. "Pengalaman kolektif yang besar dalam Hyundai Motor Group akan memfasilitasi kemajuan yang cepat di tahun-tahun mendatang. Kami gembira tentang perkembangan saat ini, dan sangat optimis untuk penggunaan teknologi ini untuk meningkatkan kehidupan di seluruh dunia."

Baca: Hyundai Lirik Investasi di Indonesia, Fokus ke Mobil Penumpang

Perkembangan lain dalam robotika adalah Hyundai Universal Medical Assist, yang dapat diterapkan pada pinggang dan kaki untuk memperkuat otot saat berjalan, memungkinkan pengguna untuk mencapai kecepatan lari 12 kilometer per jam dan menjadikannya salah satu robot yang bisa dipakai tercepat di dunia.

Robot Layanan Penjualan yang dimodelkan tahun lalu dapat menjelaskan detail mobil kepada pelanggan. Dilengkapi dengan sistem percakapan bahasa alami, kecerdasan buatan, dan fungsi mobilitas, menyediakan kemampuan untuk berkonsultasi dengan pelanggan tentang model kendaraan di ruang pamer. Saat ini dalam tahap desain dan pengembangan, dan prototipe diharapkan akan tersedia awal tahun depan.

CAR AND BIKE






Hyundai Stargazer Raih Bintang 4 Uji Tabrak ASEAN NCAP

8 jam lalu

Hyundai Stargazer Raih Bintang 4 Uji Tabrak ASEAN NCAP

Dalam pengujian yang dilakukan tersebut, Hyundai Stargazer mendapatkan hasil bintang empat dengan total poin 66,48 untuk seluruh kategori penilaian.


Inden Hyundai Ioniq 5 Capai 1,5 Tahun, SPK Sudah 5.000 Unit

11 jam lalu

Inden Hyundai Ioniq 5 Capai 1,5 Tahun, SPK Sudah 5.000 Unit

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengonfirmasi bahwa pemesanan mobil listrik Hyundai Ioniq 5 sudah mencapai 5.000 unit.


Hyundai dan SK On akan Mendirikan Pabrik Baterai Baru di Georgia

18 jam lalu

Hyundai dan SK On akan Mendirikan Pabrik Baterai Baru di Georgia

Pabrik baterai kendaraan listrik Hyundai dan SK On ini ditargetkan beroperasi mulai 2025 untuk memasok kebutuhan perakitan di Amerika Serikat.


Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Berapa Banyak Populasinya di Indonesia?

1 hari lalu

Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Berapa Banyak Populasinya di Indonesia?

Hyundai Indonesia resmi menghentikan penjualan Ioniq Electric. Setelah dua tahun berkiprah di Indonesia, seberapa laku mobil listrik ini?


Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Bagaimana Nasib Kona EV?

1 hari lalu

Hyundai Ioniq Electric Disuntik Mati, Bagaimana Nasib Kona EV?

Lantas, dengan disuntik matinya Ioniq Electric, apakah penjualan mobil Kona EV juga akan dihentikan? Simak informasi lengkapnya di sini!


Hyundai Catat Peningkatan Penjualan Mobil, Ioniq 5 Terjual 1.400 Unit Lebih

3 hari lalu

Hyundai Catat Peningkatan Penjualan Mobil, Ioniq 5 Terjual 1.400 Unit Lebih

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mencatatkan peningkatan penjualan mobil selama Januari-Oktober 2022. Simak selengkapnya di sini!


Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

4 hari lalu

Penjualan Mobil Listrik Hyundai Turun 24,4 Persen pada November 2022

Hyundai Motor Co. melaporkan data penjualan mobil listrik mereka di pasar otomotif Amerika serikat pada November 2022.


Mobil Listrik Genesis G80 Bekas KTT G20 Dijual, Harga Nyaris Rp 5 Miliar

4 hari lalu

Mobil Listrik Genesis G80 Bekas KTT G20 Dijual, Harga Nyaris Rp 5 Miliar

Adapun model Genesis G80 yang dijual ini adalah model Standard Wheel Base (SWB) dan Spesial Edition Long Wheel Base (LWB).


Segini Harga SUV Listrik Kia EV6 GT Line di Indonesia, Pemesanan Sudah Dibuka

7 hari lalu

Segini Harga SUV Listrik Kia EV6 GT Line di Indonesia, Pemesanan Sudah Dibuka

Mobil listrik Kia EV6 GT Line dipasarkan dalam lima pilihan warna, yakni Snow White Pearl, Aurora Black Pearl, Moonscape, Runaway Red, dan Yacht Blue.


Gaikindo Komentari Uji Coba Mobil Terbang Hyundai di IKN pada 2024

7 hari lalu

Gaikindo Komentari Uji Coba Mobil Terbang Hyundai di IKN pada 2024

Gaikindo menyatakan menunggu perkembangan teknologi mobil terbang. Operasional mobil terbang Hyundai membutuhkan aturan.