Ini Alasan Shock Breaker Ohlins Harganya Selangit

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Shock breaker Ohlins hadir di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. 1 November 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    Shock breaker Ohlins hadir di pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018. 1 November 2018. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Shock Breaker Ohlins terkenal dengan harganya yang cukup mahal dibandingkan kompetitornya tentu dengan fitur yang sebanding. Lalu apa yang menyebabkan harganya selangit?

    Sales and Marketing Manager PT Sena Autopart Indonesia, Nana Budhi Satya mengatakan, alasan Ohlins itu mahal karena kalau kita lihat di Moto GP saja itu rata-rata pakai Ohlins.

    Baca: Ohlins Tawarkan Diskon Khusus untuk Motor Matik di IMOS 2018

    “Selain itu juga pertama menawarkan teknologi, kedua after sales dengan garansi tiga tahun, ketiga punya service center, keempat punya sapre part,” ujarnya di Jakarta Convetion Center (JCC) pada Kamis, 1 November 2018.

    Menurut dia, jika konsumen sudah beli Ohlins, selama tidak dijual bisa dipakai seumur hidup setelah garansi habis. Karena Ohlins punya service center dan spare part, jadi bisa dibilang pemakaian seumur hidup.

    Jika melihat harganya, untuk Sshock breaker Ohlins sport series seperti Kawasaki Ninja 250, Honda CBR 250 RR, Yamaha R15 atau R25, KTM RC 390 dibanderol Rp 7-8,5 juta. Untuk trail series seperti Kawasaki KLX 150 dan 250, Honda CRF 150, 250 L, 250 Rally, KTM 125,250,300 Duke Rp 4-7 juta.

    Baca: Kawasaki Ninja 250 Kini Sudah Keyless, Harga Mulai Rp 61 Jutaan

    Maxie scooter series seperti Honda PCX dan Forza, Yamaha Nmax dan Xmax, Rp 6,75-7 juta. Untuk underbone series (monoshock) seperti Yamaha MX 135, king, Suzuki Satria FU 150, Honda Wave Rp 7-7,5 juta.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Atlet E-Sport, Jadi Miliarder Berkat Hobi Bermain Video Game

    Dunia permainan digital sudah bukan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kini, para atlet e-sport mampu meraup miliar rupiah hasil keterampilan mereka.