Menteri Luhut: Mobil Hidrogen Bisa Menjadi Pilihan

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan. Dok. TEMPO/Dhemas Reviyanto Atmodjo

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Indonesia bisa saja menggunakan mobil bertenaga listrik (mobil listrik) dan hidrogen. Hal ini ia sampaikan saat mengunjungi fasilitas riset dan pengembangan Hyundai Kia Motor di Kora Selatan, 13 Desember 2018.

    Luhut berkesempatan melihat langsung pengembangan mobil energi terbarukan, termasuk mobil listrik dan hidrogen, di Korea Selatan atas undangan pabrikan Korea Selatan tersebut dan disambut oleh Head of Research and Development Hyundai and Kia, Albert Biermann.

    "Kami terbuka untuk investor dari mana saja dalam rangka memasuki industri mobil listrik atau bertenaga listrik, dan mendorong mereka membangun industrinya di Indonesia," kata Menko Luhut dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat, 14 Desember 2018.

    Baca: Mobil Hidrogen Toyota Mirai Mulai Dijual di Kanada

    Dalam kunjungan tersebut Biermann dan para staff Hyundai Kia Motors memperlihatkan beberapa mobil listrik yang digerakkan oleh motor listrik dan mobil bertenaga hidrogen yang digerakkan oleh listrik dari hasil reaksi kimia antara hidrogen dan oksigen.

    Menko Luhut mengatakan kedua jenis ini memiliki kelebihan masing-masing. Mobil listrik lebih mudah dalam pengisian baterai, dapat dilakukan di rumah atau di tempat-tempat pengisian baterai. Teknologinya sudah berkembang karena sudah mulai diproduksi.

    Baca: Gantikan Bahan Bakar Fosil, Toyota Gunakan Hidrogen di Pabrik

    "Mobil bertenaga hidrogen selain lebih bersih juga dapat membuat udara lebih bersih, ini sebenarnya yang sangat kita butuhkan karena tingkat polusi yang tinggi di Jakarta. Tetapi mobil jenis ini membutuhkan biaya lebih besar dalam penyediaan infrastruktur pendukung untuk penyediaan hidrogen," ujarnya.

    Menko Luhut mengatakan hal-hal tersebut akan dibicarakan dan dipelajari bersama jajarannya saat kembali ke tanah air.

    Baca: Begini Cara Toyota Ubah Angin dan Air Menjadi Hidrogen

    Biermann menyampaikan pemahaman kepada masyarakat tentang manfaat dari mobil hidrogen ini adalah prioritas utama perusahannya. "Sebelum melakukan pemasaran penting bagi kami untuk memberi pembelajaran kepada orang banyak tentang manfaat kendaraan hidrogen ini," katanya.

    Menurut Menko Luhut demi generasi muda yang lebih sehat, mobil hidrogen ini bisa menjadi pilihan. Saat menyaksikan video tentang cara kerja mobil hidrogen,  ia kagum dan menyebut mobil tersebut sebagai 'mesin pembersih berjalan’.

    Pada kesempatan itu Menko Luhut mendapat kesempatan melakukan test drive mobil hidrogen di dalam lingkungan fasilitas Hyundai.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    7 Tips Agar Lebih Mudah Bangun Sahur Selama Ramadan

    Salah satu tantangan selama puasa Ramadan adalah bangun dini hari untuk makan sahur.