Pabrik Baterai Mobil Listrik Lithium Gen Kedua Dibuka di Morowali

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teknisi memperlihatkan susunan baterai mobil listrik saat diperkenalkan di Gedung Balai Kota, Jakarta, 15 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    Teknisi memperlihatkan susunan baterai mobil listrik saat diperkenalkan di Gedung Balai Kota, Jakarta, 15 Januari 2015. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - Pabrik bahan baku baterai mobil listrik milik PT QMB New Energy Materials resmi terpancang di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Sulawesi Tengah, yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto. Salah satu kunci sukses pengembangan kendaraan listrik adalah teknologi baterai dan powertrain elektrik motornya, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto lewat keterangannya Jumat 11 Januari 2019.

    Baca: Menanti Janji Aturan Mobil Listrik di Awal Tahun 2019

    Menurut Airlangga, pemerintah mendorong percepatan pembangunan industri bahan baku baterai lithium yang akan mendukung pengembangan kendaraan listrik di Indonesia. Langkah strategis ini sesuai implementasi peta jalan industri otomotif nasional dan program prioritas Making Indonesia 4.0.

    Peresmian pembangunan industri tersebut ditandai melalui penandatanganan prasasti oleh Menperin dan Menteri Kooridanor Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Turut hadir menyaksikan, antara lain Bupati Morowali Taslim, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Dito Ganinduto, Managing Director PT IMIP Hamid Mina, dan Chairman GEM Co Ltd Prof. Xu Kaihua.

    Menperin menjelaskan proyek pembangunan pabrik yang memproduksi material energi baru dari nikel laterit ini dapat memenuhi kebutuhan bahan baku baterai lithium generasi kedua. Ini adalah industri new battery, new energy material, yang menghasilkan high purity nickel cobalts compounds for rechargeable batteries, tuturnya.

    Airlangga meyakini melalui proyek smelter berbasis teknologi hydrometalurgi tersebut, Indonesia akan menjadi tuan rumah dalam pengembangan industri baterai untuk kendaraan listrik. Selain itu, membuat struktur sektor otomotif di dalam negeri semakin kuat PT QMB New Energy Materials merupakan wujud kerja sama antara perusahaan Cina, Indonesia dan Jepang yang terdiri dari GEM Co.,Ltd., Brunp Recycling Technology Co.,Ltd., Tsingshan, PT IMIP dan Hanwa. Pabrik ini akan dikembangkan dengan lahan seluas 120 hektare.

    Baca: Alasan Hyundai Pilih Indonesia Bangun Pabrik Mobil Listrik

    Total investasi yang ditanamkan sebesar 700 juta dolar AS dan akan menghasilkan devisa senilai 800 juta dolar AS per tahun. Dari pabrik ini juga bakal menciptakan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 2.000 orang.

    PT QMB New Energy Materials memiliki kapasitas konstruksi nikel sebesar 50.000 ton dan kobalt 4000 ton, yang akan memproduksi di antaranya 50.000 ton produk intermedit nikel hidroksida, 150.000 ton baterai kristal nikel sulfat, 20.000 ton baterai kristal sulfat kobalt, dan 30.000 ton baterai kristal sulfat mangan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok Bebas, BTP Berencana Masuk Bisnis Minyak dan Televisi

    Pengacara Basuki Tjahaja Purnama, Teguh Samudera menyampaikan bahwa setelah Ahok bebas, kliennya akan menekuni bisnis minyak dan terjun ke televisi.