DFSK Akan Produksi Mesin di Indonesia,Tak Lagi Impor dari Cina

Reporter:
Editor:

Eko Ari Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sokonindo Automobile resmi memasarkan SUV DFSK Glory 580 di Bandung, Jawa Barat, 4 September 2018. (DFSK)

    Sokonindo Automobile resmi memasarkan SUV DFSK Glory 580 di Bandung, Jawa Barat, 4 September 2018. (DFSK)

    TEMPO.CO, Jakarta - Bukan hanya merakit dan membuat beberapa komponen produknya, PT Sokonindo Automobile selaku agen pemegang merek Dongfeng Sokon atau DFSK di Indonesia juga berencana membuat mesin di pabriknya yang berlokasi di Cikande, Banten. Selama ini mesin didatangkan dari negara asalnya, Cina.

    Baca: Ini Alasan DFSK Enggan Bermain di Segmen MPV

    Hal tersebut disampaikan Marketing General Manager PT Sokonindo Automobile, Permata Islam, saat berbincang santai dengan awak media otomotif nasional, di Jakarta, Rabu 13 Februari 2019. Dengan luas pabrik sekitar 20 hektar itu, DFSK berencana segera produksi mesin di Indonesia.

    “Rencananya kita akan ekpansi (pabrik) lagi. Kita akan produksi mensin (mobil) nya di Indonesia,” ujar pria yang akrab disapa Arta itu.

    Selain itu kata Arta, jaman sekarang bukan waktunya lagi untuk meragukan kualitas sebuah produk dari sisi negara mana yang membuatnya. Menurut dia, yang harus diperhatikan ialah keuntungan yang diperoleh dari para produsen, saat masuk ke Indonesia.

    Ia menuturkan semakin beragam negara yang masuk untuk memasarkan terutama bagi yang membuat produknya di Indonesia, akan mejadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia.

    Simak: Diam-diam DFSK Sudah Ekspor Glory 580

    “Bukan jamannya lagi produk itu dari negara mana. Kita lihat bahwa otomotif pun pilihannya semakin ramai dan semakin banyak negara yang beri pilihan di Indonesia ini dan dengan catatan ini diproduksi di Indonesia,” kata Arta.

    “Jadi banyak impact positif  dari hasil investasinya karena teman-teman juga yang sudah sempat ke sana (pabrik DFSK) Cikande, Serang, Banten punya luas 20 hektar dan rencananya kita akan ekspansi lagi,” tambahnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sel Dendritik dan Vaksin Nusantara Bisa Disuntik Berulang-ulang Seumur Hidup

    Ahli Patologi Klinik Universitas Sebelas Maret menjelaskan proses pembuatan vaksin dari sel dendritik. Namun, vaksin bisa diulang seumur hidup.