Begini Cara Menyiasati Mesin Toyota Starlet yang Sering Overheat

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mesin Toyota Starlet. TEMPO/Wisnu Andebar

    Mesin Toyota Starlet. TEMPO/Wisnu Andebar

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik bengkel spesialis Toyota Starlet Kandang Abutak, Tyo, mengatakan bahwa masalah yang sering dialami Toyota Starlet adalah panas yang berlebih pada bagian mesin atau disebut overheat.

    “Karena mobil lawas, kebanyakan temperatur naik, ini rawan terjadi saat kondisi macet dibarengi AC yang menyala,” ujarnya kepada Tempo di bengkel Kandang Abutak, Telajung, Cikarang Barat, Bekasi pada Jumat, 8 Maret 2019. 

    Baca: Keren, Toyota Starlet 1990 Ini Sabet Gelar Best Original

    Untuk menyiasatinya, lanjut dia, pemilik Toyota Starlet harus rajin melakukan servis radiator. “Rutin servis radiator setidaknya minimal satu tahun sekali,” tuturnya.

    Selain rutin servis radiator, kata Tyo ada juga yang upgrade bagian van radiator pakai punya Suzuki Karimun. Perawatan radiator di Kandang Abutak ini dibanderol Rp 150 ribu. “Kalau rutin servis radiator Insya Allah aman,” katanya.

    Masalah lainnya ada beberapa part yang sudah sulit dicari dalam keadaan baru, menurutnya ada pada bagian interior, dan bisa dibilang sudah tidak ada barunya. Ia mencontohkan, seperti kisi-kisi AC, knob gear, list kaca.

    Baca: Servis Toyota Starlet di Kandang Abutak, Segini Biayanya

    “Nah itu sudah susah dicari. Biasanya pakai part ori copotan, ada juga inden dari Malaysia dan Jepang,” kata Tyo.

    Lain halnya di bagian kaki-kaki, ada sebagian sparepart yang bisa dikanibal dengan part mobil lain. Mislanya pakai punya Toyota Soluna dan Toyota Kijang. Bagian lainnya seperti kabel speedometer bisa pakai milik sedan Timor. “Selebihnya sparepat mudah dicari dan perawatannya simple,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.