Mei 2019 Transjakarta Akan Uji Coba Bus Listrik

Reporter:
Editor:

Wawan Priyanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memperagakan cara mengisi ulang daya bus Transjakarta bertenaga listrik dalam Pameran Busworld South East Asia ke-8 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Rabu, 20 Maret 2019. Indonesia sendiri memang tengah serius menyambut pergeseran tekonologi dari mobil konvensional menuju mobil berbahan bakar listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    Petugas memperagakan cara mengisi ulang daya bus Transjakarta bertenaga listrik dalam Pameran Busworld South East Asia ke-8 di Jakarta Internasional Expo, Kemayoran, Rabu, 20 Maret 2019. Indonesia sendiri memang tengah serius menyambut pergeseran tekonologi dari mobil konvensional menuju mobil berbahan bakar listrik. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Peralihan mode transportasi ramah lingkungan akan memasuki masanya. Termasuk pada sektor transportasi umum. Untuk itu Transjakarta berniat untuk segera menguji bus listrik tidak lama lagi.

    Seperti yang disampaikan Direktur Utama Transjakarta Agung Wicaksono, sekitar dua bulan lagi uji coba bus listrik Transjakarta akan segera dimulai, yang rencananya akan dilakukan selama enam bulan.

    "Salah satu operator mengatakan nantinya di bulan Mei akan segera tersedia. Transjakarta akan mendukung sepenuhnya. Sekitar 6 bulan uji coba itu kita harapkan," ujarnya di JiExpo Kemayoran, Kamis 21 Maret 2019.

    Baca: Transjakarta Segera Uji Coba Bus Listrik Bakrie

    Kemajuan sektor transportasi massal di sejumlah negara mengacu pada angkutan jalan yang ramah lingkungan. Pemahaman ini terwujud dengan keberadaan bus listrik dalam melayani masyarakat.

    Apalagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam rapat pimpinan pada Januari lalu telah menginstruksikan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) untuk mengkaji bus listrik. Bahkan menyiapkan uji coba di tahun 2019.

    Untuk itu Transjakarta telah mengkaji sesuai instruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan ujicoba bus listrik melalui komitmen dengan para penyedia yang bersedia diseleksi yang tertuang dalam nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) bersama.

    Untuk Langkah awal, bus listrik tersebut akan dites sesuai regulasi yang berlaku, di lintasan Transjakarta. Selain itu faktor pendukungnya pun harus disiapkan, seperti infrastruktur stasiun pengisian daya ulang, lalu kemampuan untuk merawat. Bahkan, operator juga diwajibkan bekerjasama juga dengan agen pemegang merek atau bengkel umum yang bisa merawat bus listrik.

    Baca: Calon Bus Listrik Transjakarta Mejeng di Pameran Busworld 2019

    "Untuk mempersiapkan uji coba, TransJakarta menandatangani MOU dengan tiga perusahaan, yakni BYD, MAB dan RAC-Danfoss, serta satu lembaga pendidikan, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang akan menyiapkan bus listrik untuk diujicoba," tutur Agung.

    Selain penyiapan unit yang mendukung ramah lingkungan, Transjakarta juga berperan dalam membangun kesadaran publik akan bus listrik.

    Maka pada penyelenggaraan BusWorld Southeast Asia di JI Expo Kemayoran, Jakarta , Transjakarta menghadirkan dua contoh bus listrik.

    "Yang satu dari BYD, yang sudah teruji di 50 negara dan salah satunya di kota Shenzhen yang sudah 100 persen menggunakan bus listrik sebanyak 16.000 unit. Satunya lagi dari MAB (Mobil Anak Bangsa), hasil kreasi inovasi anak bangsa yang harus terus dikembangkan dan diperkuat untuk membangun kapasitas nasional," kata Agung.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.